DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Mini Factory Incubator Jurusan Teknik Mesin dan Industri (JTMI) Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (USK) berhasil memproduksi 2 (Dua) unit Inkubator Portable.
Inkubator itu diserahkan kepada masyarakat melalui Yayasan Blood For Life Foundation (BFLF) Indonesia dan Puskesmas Kopelma Darussalam Banda Aceh.
Program ini merupakan program Pengabdian masyarakat berbasis produk yang didanai oleh LPPM melalui PNBP USK tahun 2022.
Diketahui, ternyata produk ini inkubator yang ketiga buatan Mini Factory Incubator yang sudah ada di USK sejak tahun 2020.
Awalnya Mini factory Incubator ini diinisiasi oleh Prof. Raldi Artono Koestur seorang guru besar di Departemen Teknik Mesin UI yang bekerjasama dengan Jurusan Teknik Mesin dan Industri FT USK.
Di Aceh sendiri, kehadiran inkubator sudah ada sejak tahun 2014 ketika salah seorang dosen program studi Teknik Mesin USK Ratna Sary, ST, MT baru kembali dari pendidikan S2 di Universitas Indonesia dan menjadi agen relawan inkubator di Banda Aceh.
Masalah utama muncul, ketika ruang inkubator tempat peletakan bayi yang terbuat dari akrilik mengalami keretakan, padahal sudah di packing dengan kayu. Problem yang lain adalah tingginya biaya pengiriman inkubator ke wilayah-wilayah yang jauh dari pulau Jawa.
Oleh karena itu, muncullah ide keinginan mendirikan pusat pabrikasi inkubator di wilayah Timur dan Barat Indonesia dengan tujuan mudah terjangkau ke seluruh pelosok Nusantara.
Wilayah Timur Mini Factory Incubator didirikan pada tahun 2018 di Universitas Cendana Kupang NTT, dan 2 tahun kemudian tepatnya di Juli 2020 Mini Factory Incubator didirikan di Universitas Syiah Kuala Banda Aceh.
Inkubator buatan USK Diterima Langsung BFLF Indonesia dan Puskesmas Kopelma Darussalam
Saat itu, satu unit Inkubator Portable pertama sekali diserahkan langsung kepada BFLF yang diterima langsung oleh Ketua Umum BFLF Indonesia, Micheal Octaviano di kantor atau rumah singgah BFLF di jalan Daud Beureu'eh Banda Aceh.
Saat itu, Micheal sangat bahagia menerima Inkubator itu di Aceh. Baginya, hal itu merupakan suatu dukungan luar biasa dalam mendukung segala bentuk jenis kegiatan sosial kemanusiaan.
“Kita sangat berterima kasih kepada tim dan mahasiswa yang terlibat dalam pembuatan inkubator bayi portable ini,” ujar Micheal.
“Sehingga nantinya akan mendukung penanganan bayi prematur di Aceh. Kita sangat mendukung USK untuk banyak lagi mencetak alat inkubator dan dapat disebarluaskan ke seluruh daerah di Aceh,” tambahnya..
Sementara itu, satu unit lagi, diserahkan ke Puskesmas Kopelma Darussalam yang diterima langsung oleh Kepala Puskesmas dr. Elvina Mustafa.
Bahkan, ia juga sangat antusias dan menyambut baik kerjasama tersebut. Menurutnya, penciptaan inkubator portable sederhana seperti itu sangat bermanfaat bagi masyarakat.
Puskesmas Kopelma Darussalam sangat bangga karena menjadi puskesmas pertama yang menerima inkubator portable dari hasil pabrikasi USK.
Sementara itu, Ketua Jurusan Teknik Mesin dan Industri FT USK Dr. Ir. Syarizal Fonna mengharapkan JTMI terus mendorong dosen-dosennya untuk terus berinovasi dan menghasilkan karya yang dapat digunakan dan bermanfaat bagi masyarakat.
Selain inkubator portable, Dosen-dosen JTMI telah menghasilkan inovasi-invasi lainnya seperti pengering hasil laut, pengaman kebun dari hama, dan lain-lainnya.
“Poin pentingnya adalah agar institusi pendidikan tinggi tidak sekedar menjadi menara gading, namun harus dapat berperan dalam mengatasi masalah di masyarakat,” pungkasnya.
Kegiatan itu dihadiri langsung oleh, anggota Tim Pengabdian Dr. Ir. Irwansyah dan Zulfan, ST, MT, kegiatan serah terima inkubator ini juga dihadiri oleh Ketua Jurusan Teknik Mesin dan Industri FT USK Dr. Ir. Syarizal Fonna, ST, M.Sc. []
Share berita ini