DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Penerimaan Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) untuk tahun 2023 mendatang bakal turun drastis. Hal ini disebabkan karena transfer Dana Alokasi Umum (DAU) untuk DOKA Aceh bakal tersisa 1 persen dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, yakni 2 persen.
Merespons hal tersebut, Mantan Gubernur Aceh Abdullah Puteh mengatakan, rakyat Aceh untuk periode-periode sebelumnya sudah menerima banyak sekali dana DOKA yang melimpah.
Dirinya juga mengaku kecewa kepada pemerintah daerah yang tidak memanfaatkan dana DOKA tersebut secara serius dan semaksimal mungkin.
“Setiap tahun DOKA totalnya bahkan sampai Rp10 triliun lebih. Ketika pengurangan ini terjadi, artinya bukan kesalahan pemerintah pusat, tetapi pemerintah daerah yang tidak punya kemampuan,” ujar Abdullah Puteh kepada reporter Dialeksis.com, Banda Aceh, Selasa (29/11/2022).
Abdullah Puteh secara terus terang juga mengajak masyarakat untuk Pilkada mendatang agar memilih pemimpin yang benar-benar mampu memanfaatkan anggaran.
“Jangan karena ancaman, juga jangan karena dia berasa paling Aceh. Kadang-kadang begitu saya lihat, kita ini kurang solid,” ungkapnya.
Untuk Pilkada mendatang, Abdullah Puteh mengajak masyarakat untuk memilih pemimpin secara objektif. Rasionalitas pemilih dibutuhkan untuk melahirkan pemimpin yang mampu menjadi harapan masyarakat Aceh.
“Masyarakat Aceh ini ibarat satu rumah tangga. Punya ayah dan punya ibu. Ayahnya itu gubernur, ibunya DPR. Kalau anaknya hidup terlantar, yang disalahkan kan bapak dan ibunya. Jadi kita minta tanggungjawab gubernur dan DPR,” pungkasnya. (Akhyar)
Share berita ini