TIRTA Aceh, Inovasi Digital Dinas Pengairan untuk Perkuat Keterbukaan Informasi Publik

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Dinas Pengairan Aceh terus mendorong transformasi digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan informasi publik.

Salah satu inovasi yang dikembangkan yakni TIRTA Aceh (Transformasi Informasi dan Tata Kelola Air Terintegrasi Aceh).

Inovasi tersebut menjadi salah satu materi yang dipresentasikan Dinas Pengairan Aceh dalam kegiatan Visitasi dan Presentasi Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Badan Publik Kategori Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) Tahun 2026 oleh Komisi Informasi Aceh (KIA).

Tim KIA melakukan visitasi ke Dinas Pengairan Aceh sebagai bagian dari tahapan penilaian keterbukaan informasi badan publik.

Kegiatan tersebut diterima langsung Kepala Dinas Pengairan Aceh Erwin Ferdinansyah, S.T., M.T., Sekretaris Dinas Pengairan Aceh Ichsan Iswandy, S.STP., M.M., serta jajaran Tim Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Pelaksana Dinas Pengairan Aceh.

Berdasarkan Surat Komisi Informasi Aceh Nomor 848/KIA/IX/2026 tertanggal 7 September 2026, visitasi dan presentasi merupakan bagian dari proses penilaian pelaksanaan keterbukaan informasi badan publik.

Sejumlah aspek dinilai dalam kegiatan tersebut, mulai dari tata kelola PPID, kualitas pelayanan informasi, sarana dan prasarana, pengelolaan informasi publik, inovasi pelayanan hingga komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas.

Tim KIA yang melakukan visitasi terdiri dari Komisioner Bidang Kelembagaan dan Tata Kelola sekaligus Koordinator Monev KIP 2026 Dian Rahmat Syahputra, Sekretaris Komisi Informasi Aceh Zulfadli, serta Tenaga Ahli Monev KIP 2026 Zainal Arifin.

TIRTA Aceh Permudah Akses Informasi

Dalam kegiatan tersebut, Dinas Pengairan Aceh memperkenalkan TIRTA Aceh sebagai inovasi digital yang dikembangkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap informasi sumber daya air.

Platform tersebut dirancang untuk menyediakan informasi secara lebih mudah, cepat dan terintegrasi.

TIRTA Aceh tidak hanya menjadi sarana penyediaan informasi, tetapi juga diarahkan untuk mendukung transformasi digital dalam tata kelola sumber daya air di Aceh.

Informasi mengenai pengelolaan sumber daya air, pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur pengairan serta berbagai program pemerintah di bidang pengairan dapat menjadi bagian dari informasi yang dibutuhkan masyarakat.

Melalui pemanfaatan teknologi digital, Dinas Pengairan Aceh berupaya menghadirkan pelayanan informasi yang lebih responsif dan mudah diakses.

Bisa Diunduh Gratis di Google Play Store

Aplikasi TIRTA Aceh kini tersedia secara gratis di Google Play Store.

Masyarakat dapat mencarinya dengan kata kunci “TIRTA ACEH”.

Kehadiran aplikasi tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap informasi dan layanan di bidang sumber daya air.

Kepala Dinas Pengairan Aceh Erwin Ferdinansyah mengatakan pihaknya akan terus mengembangkan sistem informasi dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia agar inovasi yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Kami berharap inovasi ini tidak hanya memudahkan akses informasi, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan tata kelola sumber daya air yang transparan dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Erwin, transformasi digital harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam memperoleh informasi yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya air.

Visitasi KIA 2026 sekaligus menjadi momentum bagi Dinas Pengairan Aceh untuk memperkuat fungsi PPID Pelaksana dan meningkatkan kualitas pelayanan informasi publik.

Melalui TIRTA Aceh, Dinas Pengairan Aceh mengintegrasikan informasi, teknologi, pelayanan publik dan tata kelola sumber daya air dalam sebuah ekosistem digital.

Inovasi tersebut diharapkan dapat mendukung pelayanan informasi publik yang semakin mudah diakses, terintegrasi dan bermanfaat bagi masyarakat Aceh. [*]

Share berita ini

dialeksis.com