Tips Jalani Bisnis Sukses Ala Sari, Owner Kopi Kedelai Hitam Aceh Selatan

DIALEKSIS.COM | Aceh - Inovasi Black soybean coffee lahir dalam tangan Sari Mawaddah yang merupakan seorang pendamping UMKM Dinas Koperasi Aceh, yang baru bertugas dua tahun di Gampong Blang Geulinggang, Kecamatan Sawang, Aceh Selatan. 

Sari mengungkapkan, ide ini tercipta berawal dari dirinya yang menyukai kopi tapi tidak bisa minum kopi karena Sari terkena penyakit asam lambung. Sari pun mencari cara agar bisa merasakan sensasi seperti minum kopi. 

Ia kemudian mencoba membuat minuman dari kacang kedelai hitam mirip kopi, tapi rasa kedelai hitam. Lama kelamaan, ia memikirkan untuk memproduksi lebih banyak produk kopi kedelai hitam terlebih lagi saat ini ia merupakan seorang yang mendampingi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bagi masyarakat di Aceh Selatan. 

"Inovasi ini sebenarnya untuk saya sendiri agar bisa minum seperti layaknya kopi, saya suka kopi," kata Sari kepada Dialeksis.com, Minggu (6/11/2022). 

Sari menambahkan mengenai kiat-kiat kesuksesan yang ia tetapkan saat ini. Sari menjelaskan bahwa kesuksesan dari usaha sangat bergantung dari strategi yang pengusaha itu lakukan, pastikan usaha itu memiliki strategi, apa jangka pendek, menengah atau jangka panjang. 

Menurut Sari, sebagai pemilik usaha harus bisa baca pasar, apa yang paling dibutuhkan, sesuai tidak dengan permintaan pasar.

"Dan pastikan produk yang kita jual memiliki kualitas yang baik. Harus memiliki mutu dan kualitas yang terbaik, dengan didukung legalitas lengkap seperti PIRT, halal, bpom dll. Dan branding usaha yang bagus, diperhatikan dari kemasan juga untuk menarik pelanggan dengan produk yang dipasarkan," ujarnya. 

Sari menjelaskan juga bahwa sebagai pengusaha juga harus memiliki rencana bisnis yang matang, banyak mempelajari, belajar sama ahlinya. Dengan perencanaan bisnis atau business plan. Ini tidak untuk memilih atau memulai usaha. Bisa juga untuk mengevaluasi sampai usaha itu terus berkembang dan naik kelas. 

"Kita evaluasi terus usaha kita, jangan hanya memproduksi lalu jual sudah selesai. tapi harus memiliki perencanaan usaha yang tersistematis, belajar sama ahlinya untuk tahu bagaimana menyusun business plan untuk usaha," ujarnya. 


Sari mengimbau kepada pelaku usaha agar memanfaatkan tekhnologi yang berkaitan dengan usaha, gunakan marketplace untuk membesarkan produk. Cari relasi sebanyaknya, jangan kaku hanya di daerah sendiri, bangun link sampai keluar Aceh. 

"Harus gunakan aplikasi yang ada  di android hp masing untuk memasarkan produk, bisa dengan facebook, instagram, bisa dengan buat website blog, dan marketplace lainnya seperti shopee," ujarnya. 

Sari mengimbau kepada pelaku usaha untuk membangun network atau jaringan, memperluas koneksi usaha, seperti melalui partnership, yang bisa memberikan support dalam bentuk supplier, transporter, distributor. 

Selain memanfaatkan teknologi, di era digital sekarang ini wirausaha juga perlu melakukan inovasi di bisnis. Perlu di ketahui bahwa dunia bisnis bisa berubah dengan sangat cepat. Bahkan setiap hari ada sebuah tren baru yang bisa menggeser bisnis lama yang tidak mengalami perubahan. 

Jadi, penting untuk memotret agar bisa bersaing dengan kompetitor. Tidak mudah memang, tapi berbagai riset, kreativitas, dan ketekunan,  pasti bisa membuat bisnis kita istimewa dibandingkan pesaing. 

"Semoga UMKM Aceh bisa sukses, naik kelas. Di Aceh ada 23 pendamping UKM yg tersebar di setiap kabupaten. Juga ada konsultan PLUT Aceh. Untuk UKM Aceh yang ingin berkonsultasi, kami siap bantu tanpa biaya. Yang penting semangat, UKM mau belajar bersama," pungkasnya. [NH]

Share berita ini

dialeksis.com