Tidak Benar Foto Sakitnya Mualem Bersumber dari Dialeksis.com

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Dunia maya saat ini dihebohkan dengan beredarnya foto Muzakir Manaf terbaring di rumah sakit sedang dalam perawatan medis. Ada beberapa versi foto yang beredar itu, salah satunya menyebutkan foto tersebut bersumber Dialeksis.com.

Dialeksis.com terkejut ketika mendapat kiriman foto tersebut. Karena di dalam foto itu disebutkan sumbernya Dialeksis.com., sumber ini meminta klarifikasi. 

Mendapatkan foto yang belum tentu kebenaranya, dibuat olah pihak yang sengaja memperkeruh keadaan, dan telah beredar di dunia maya, Dialeksis.com sebagai media terpercaya dan terverifikasi meluruskan tentang isu yang beredar.

“Kami juga terkejut ketika ada yang menanyakan soal foto itu, disebutkan bersumber dari Dialeksis.com. Itu tidak benar, Dialeksis.com tidak pernah membuat foto Mualem terbaring di rumah sakit,” sebut Bahtiar Gayo, Pimred Dialeksis.com, Selasa pagi (25/8/2026).

Dijelaskan Bahtiar Gayo, pihaknya pada Senin (24/8/2026) malam menjelang dini hari mendapatkan foto tersebut dari seorang sumber yang meminta penjelasan. 

Kepada sumber yang mengirimkan foto tersebut, Dialeksis.com mengucapkan terima kasih karena sudah melakukan klarifikasi. Pimred Dialeksis.com menjelaskan, foto tersebut tidak benar dan sengaja dibuat oleh pihak tertentu untuk menjatuhkan citra Dialeksis.com yang selama ini memegang teguh kode etik jurnalistik.

“Lucu juga fotonya setelah kami lihat. Karena di dalam foto itu alat pendeteksi jantung ditempelkan diluar baju. Seharusnya alat sensor elektronik yang ditempelkan langsung di dada,” sebut Bahtiar Gayo.

“Sehubungan dengan banyaknya beradar foto sakitnya Mualem dan dirawat di rumah sakit, dimana fotonya ada yang menyebutkan bersumber dari Dialeksis.com, dengan ini kami nyatakan bahwa foto tersebut tidak benar bersumber dari Dialeksis.com,” kata Bahtiar.

Pimred Dialeksis.com berharap agar semua teliti dalam menyaring informasi serta memastikan kebenaranya. 

“Kemajuan tehnologi saat ini, banyak pihak yang memanfaatkan AI untuk kepentinganya, sehingga memerlukan kejelian kita semua untuk membuktikan kebenaranya.,” sebut Pimred Dialeksis.com. [red]

Share berita ini

dialeksis.com