Sulap Daun Jadi Karya: Mahasiswa KKN USK Latih Warga Paru Cot Membuat Ecoprint

DIALEKSIS.COM | Pidie Jaya - Dalam upaya meningkatkan kreativitas masyarakat sekaligus memperkenalkan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler XXIX Kelompok 112 Desa Paru Cot melaksanakan pelatihan pembuatan ecoprint yang melibatkan masyarakat setempat. 

Kegiatan ini digelar di Kantor Desa Paru Cot, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya, pada Kamis (23/07/2026).

Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja yang bertujuan memberikan edukasi mengenai teknik pewarnaan kain menggunakan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, seperti daun, bunga, dan berbagai jenis tanaman yang memiliki pigmen warna alami.

Program ini diinisiasi oleh Nasywa Salsabila, mahasiswi Departemen Seni Drama Tari dan Musik, yang melihat ecoprint tidak hanya sebagai keterampilan seni, tetapi juga sebagai sarana terapi yang dapat membantu mengurangi stres, mengatur emosi, dan menyalurkan ekspresi diri.

“Selama ini belum pernah ada pelatihan pembuatan ecoprint di masyarakat Gampong Paru Cot, padahal cara pembuatannya cukup mudah dan murah. Kami tergerak untuk memanfaatkan potensi ini agar bisa dikembangkan lebih kreatif dan berguna bagi kebutuhan sehari-hari warga,” ujar Nasywa.

Kegiatan ini turut mendapat apresiasi dari Dosen Pendamping Lapangan (DPL) Kelompok KKN R-XXIX-112, Mukhrijal. Ia menilai program ecoprint ini sejalan dengan semangat KKN yang mengedepankan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.

“Saya mengapresiasi inisiatif mahasiswa yang mampu melihat potensi lokal, dalam hal ini daun dan tanaman sekitar, menjadi sebuah produk bernilai ekonomi. Program seperti ecoprint ini menunjukkan bahwa KKN bukan sekadar formalitas akademik, melainkan wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam mendorong kreativitas dan kemandirian masyarakat desa,” ujar Mukhrijal.

Kegiatan ini berlangsung dengan penuh semangat dan diikuti oleh sekitar 10 peserta anak-anak dari Desa Paru Cot yang antusias mempelajari teknik mencetak motif alami pada kain totebag. Pelatihan ecoprint menjadi salah satu program kerja yang tidak hanya berfokus pada aspek seni, tetapi juga mengedepankan nilai edukasi, pelestarian lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN ingin menunjukkan bahwa daun dan bunga yang sering dianggap bagian biasa dari lingkungan ternyata dapat disulap menjadi karya yang unik, indah, dan bernilai ekonomi.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai teknik pewarnaan alami yang memanfaatkan pigmen dari berbagai jenis daun untuk menghasilkan motif yang tercetak langsung pada kain totebag. Ecoprint menjadi salah satu alternatif yang memadukan keindahan seni, kreativitas, dan kepedulian terhadap alam dalam satu karya.

Pada tahap praktik, berbagai jenis daun dengan bentuk dan karakter berbeda disusun di atas totebag dengan rapi. Setiap peserta bebas menuangkan ide kreatifnya ke dalam karya ecoprint tersebut. Selama proses pengerjaan, mahasiswa KKN mendampingi peserta dalam setiap tahap, mulai dari penataan daun di atas totebag, pelapisan daun dengan kertas bening, pounding (pemukulan), pembersihan, hingga tahap penjemuran.

Salah seorang peserta, Raisya, mengaku mendapatkan pengalaman baru setelah mengikuti pelatihan tersebut. Ia menilai inovasi yang diperkenalkan mahasiswa KKN memiliki manfaat yang dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bahkan berpotensi menjadi nilai ekonomi.

“Belum pernah melihat sebelumnya pembuatan ecoprint ini, idenya sangat unik dan lucu. Biasanya dedaunan dimanfaatkan untuk hal lain, namun ternyata juga bisa untuk membuat cetakan berwarna. Idenya sangat bermanfaat bagi kami, cara pembuatannya mudah dan sederhana, hasilnya juga memuaskan hati. Jadi dapat ilmu baru yang benar-benar bisa diterapkan sendiri di rumah,” ujar Raisya.

Melalui kegiatan ini, Kelompok KKN R-XXIX-112 Universitas Syiah Kuala berharap masyarakat, khususnya adik-adik yang telah mengikuti pelatihan, dapat memperoleh manfaat dan mengembangkan kreativitasnya sehingga berpotensi menjadi produk ekonomi bernilai jual, selain dapat dimanfaatkan untuk keperluan sehari-hari.

Kelompok KKN R-XXIX-112 terdiri atas tujuh mahasiswa, yakni Jalal Syaifullah Mukti (Ilmu Hukum), Risky Rahmat (Fisika), Nasywa Salsabila (Seni, Drama, Tari, dan Musik), Putri Maulida (Pendidikan Ekonomi), Putri Salsabila (Ilmu Hukum), Alya Reka Mei Sari (Ilmu Hukum), dan Suci Indah Wijaya (Ilmu Komunikasi). Di bawah bimbingan Dosen Pendamping Lapangan Mukhrijal, seluruh anggota tim berkomitmen untuk terus berkolaborasi bersama masyarakat dalam mengembangkan potensi desa melalui berbagai inovasi yang bermanfaat.

Share berita ini

dialeksis.com