SIMAK Minta Pj Walikota Banda Aceh Segera Tuntaskan TPP ASN: Jangan Bohongi Publik

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Penjabat Walikota Banda Aceh Bakri Siddiq diminta untuk jujur terkait komitmennya dalam penuntasan TPP ASN Kota Banda Aceh.

Pasalnya Bakri Siddiq sudah berulang kali berjanji dan menyampaikan bahwa akan membayar TPP ASN tepat waktu demi peningkatan kesejahteraan ASN, namun menurut info yang diterima hingga saat ini baru beberapa bulan TPP ASN tersebut dibayar, dan bertolak belakang dengan pencitraan yang selalu disenandungkan ke publik.

Menurut informasi yang diperoleh SIMAK, tak hanya persoalan TPP bahkan tunjangan beban kerja tenaga honorer baru dibayarkan hingga Maret. Sementara itu, sejak April tunjangan beban kerja tenaga-tenaga honorer juga belum dibayarkan oleh Pj Walikota Banda Aceh. 

“Pembayaran TPP Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Banda Aceh yang katanya berhasil dituntaskan ternyata hanya beberapa bulan di awal menjabat saja, menurut informasi yang kami dapatkan masih tersisa beberapa bulan TPP ASN yang memang belum dibayarkan hingga detik ini. ini bertolak belakang dengan komitmen yang didengung-dengungkan oleh Pj Walikota,” ujar Ketua Suara Independen Mahasiswa Kota (SIMAK) Ariyanda, Senin (19/12/2022).

Lanjutnya, Indikasi tak tuntasnya pembayaran TPP ASN dan tunjangan beban kerja tenaga honorer secara full dan masih banyaknya SP2D kegiatan Pemkot yang belum dibayar hingga memasuki akhir-akhir desember ini kemungkinan ditengarai oleh ketersediaan anggaran di Kasda yang minim. 

Dia menilai kemungkinan Pj Walikota tidak jujur kepada publik terkait pembayaran TPP hingga kondisi riil pendapatan daerah terutama Pendapatan Asli Daerah (PAD).


“Khususnya untuk PAD selama ini upaya yang dilakukan Pj Walikota untuk mengoptimalkannya hanya justeru menjerat UMKM, dengan menyamaratakan antara restoran, rumah makan, warkop dan kafe dengan standarisasi pajak sebesar 10% sebagaimana baliho berlatar merah yang disebarkan di beberapa titik di Banda Aceh oleh Pemko.

Ariyanda, kondisi PAD juga terlihat tak berhasil dioptimalkan walaupun sudah menindas UMKM, sehingga dampaknya TPP tak full terbayarkan dan SP2D yang dikeluarkan juga banyak yang belum dituntaskan, hanya saja Pemko terkesan tak jujur dengan kondisi keuangan Pemko sendiri.

Selama ini, kata Ariyanda, Pj Walikota Banda Aceh Bakri Siddiq khabarnya hanya bisa menjelek-jelekkan dan melempar bola kesalahan kepada pemerintahan sebelumnya, sementara faktanya kinerjanya sendiri ternyata jauh lebih buruk.

Menurut SIMAK, jika sumber PAD tidak di tracking, sewa-sewa lapak hingga penertiban parkir serta sumber PAD lainnya tidak digenjot maka persoalan keuangan tetap akan terjadi kendatipun pemangkasan program kerakyatan dilakukan dengan dalih rasionalisasi.

Secara tegas SIMAK meminta Pj Walikota untuk jujur dan tidak membohongi publik terkait pembayaran TPP ASN, optimalisasi PAD hingga persoalan SP2D bodong.

“Jangan karena ingin pencitraan malah tertutup ke publik, seharusnya Pj Walikota bisa lebih jujur jelaskan ke publik berapa jumlah ril TPP ASN yang sudah dibayarkan, berapa PAD yang sudah dikumpulkan, bagaimana solusi mengenai pembayaran pekerjaan yang belum dituntaskan hingga memasuki akhir desember ini,”tutupnya. []

Share berita ini

dialeksis.com