Resmikan Unit Bisnis SLB TNCC, Pemerintah Aceh Siapkan Ruang Berkarya bagi Lulusan ABK

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pemerintah Aceh menegaskan komitmennya untuk mendukung pengembangan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK), termasuk menyiapkan wadah lanjutan bagi lulusan Sekolah Luar Biasa (SLB) agar dapat mengembangkan potensi dan keterampilan yang dimiliki.

‎Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh melalui Asisten I Pemerintahan dan Keistimewaan Aceh, Drs. Syakir, M.Si, usai meresmikan Unit Bisnis dan Karya SLB TNCC Banda Aceh, Rabu, 22 Juli 2026. Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Bidang SMA dan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) Dinas Pendidikan Aceh, Syarwan Joni, Kepala Sekolah TNCC, Ketua Yayasan, dan Komite Sekolah.‎

‎“Kita membutuhkan kolaborasi bersama, baik dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun seluruh stakeholder pendidikan untuk memajukan pendidikan, khususnya bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Pemerintah Aceh siap berkolaborasi dengan semua pihak untuk pengembangan dan pembangunan pendidikan yang lebih baik ke depan,” kata Syakir secara ekslusif kepada Dialeksis.

‎‎Ia menilai anak-anak berkebutuhan khusus memiliki potensi yang harus dikembangkan secara maksimal meskipun memiliki keterbatasan tertentu. Karena itu, menurutnya, pemerintah berkewajiban memberikan pendampingan dan fasilitas yang memungkinkan mereka tumbuh menjadi generasi yang mandiri dan produktif.

‎“Harapan kita, anak-anak ini dapat dididik dengan lebih baik sesuai kondisi kekhususan yang mereka alami sehingga kita bisa membimbing dan mengarahkan mereka untuk menjadi bagian dari generasi emas Indonesia di masa depan,” ujarnya.

‎‎Menanggapi harapan pihak sekolah terkait minimnya wadah lanjutan bagi lulusan SLB, khususnya bagi penyandang autisme, down syndrome, dan tunagrahita setelah menyelesaikan pendidikan tingkat SMA, Syakir menyatakan pemerintah memiliki perhatian terhadap persoalan tersebut.

‎Menurut dia, keberadaan wadah lanjutan seperti balai latihan kerja maupun program pengembangan keterampilan lainnya sangat penting agar lulusan SLB tetap memiliki ruang untuk mengembangkan kemampuan yang dimiliki.

‎‎“Tentu harus ada wadah lanjutan bagi mereka. Apakah itu melalui balai latihan kerja atau sarana-sarana lainnya. Anak-anak ini juga merupakan potensi bangsa yang harus kita kembangkan,” kata Syakir.

‎‎Ia menambahkan, seluruh potensi yang dimiliki anak berkebutuhan khusus perlu difasilitasi melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan yang sesuai. 

‎“Walaupun memiliki keterbatasan, potensi mereka harus kita sambut dan kembangkan. Melalui sarana pendidikan dan pelatihan yang tepat, mereka dapat memiliki kemampuan yang berguna bagi dirinya sendiri maupun bagi pembangunan bangsa,” pungkasnya.

‎‎Usai seremonial acara, Syakir bersama Kabid SMA dan PKLK Disdik Aceh berkesempatan meninjau langsung fasilitas sekolah, proses pembelajaran yang berlangsung di SLB TNCC, serta proses produksi unit bisnis TNCC yang yang langsung dikerjakan oleh siswa dan alumni TNCC.

‎‎Dalam kesempatan itu, ia menyempatkan diri berbincang langsung dengan para guru serta melihat hasil karya yang diproduksi para siswa berkebutuhan khusus. Sesekali senyum dan tawa terdengar ketika para siswa menunjukkan keterampilan mereka. Tidak terlihat jarak antara pejabat pemerintah dengan para guru maupun peserta didik. 

‎‎Keakraban semakin terasa ketika sejumlah siswa dengan penuh percaya diri memperlihatkan hasil karya dan aktivitas yang mereka lakukan sehari-hari di sekolah. Syakir beberapa kali memberikan apresiasi dan motivasi kepada para siswa agar terus mengembangkan kemampuan yang dimiliki. 

‎‎"Ayo, terus belajar ya," ucap Syakir kepada Irfan, salah seorang siswa down sindrom yang sedang menggosok pakaian di unit bisnis laundry TNCC.

‎‎Momen tersebut menciptakan suasana yang cair dan emosional. Para guru tampak antusias menjelaskan perkembangan anak didik mereka, sementara para siswa terlihat gembira mendapat perhatian langsung dari perwakilan Pemerintah Aceh. 

‎Kunjungan Pemerintah Aceh ke Sekolah Luar Biasa (SLB) TNCC Banda Aceh berawal dari publikasi Dialeksis yang mengangkat kisah perjuangan para guru dalam mendidik anak-anak berkebutuhan khusus (ABK). Tulisan tersebut menggambarkan berbagai tantangan yang dihadapi para pendidik, mulai dari kesabaran menghadapi perilaku siswa yang beragam hingga perjuangan panjang dalam mendampingi setiap perkembangan kecil yang dicapai anak-anak didik mereka. 

‎Kisah tersebut menarik perhatian Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir Syamaun, yang kemudian menyampaikan komitmennya kepada Dialeksis untuk melihat langsung kondisi dan aktivitas pendidikan di TNCC.

‎‎Komitmen tersebut akhirnya diwujudkan hari ini melalui kunjungan Pemerintah Aceh ke TNCC. Namun, karena adanya agenda pemerintahan yang tidak dapat ditinggalkan, Sekda Aceh berhalangan hadir dan menugaskan Asisten I Sekda Aceh, Drs. Syakir, M.Si., untuk mewakili.

Share berita ini

dialeksis.com