Rektor UTU: PON Aceh 2024 Momentum Menguatkan Ekonomi Daerah

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pekan Olahraga Nasional (PON) yang akan dilaksanakan di Aceh 2024 mendatang tentu menjadi sorotan dari banyak pihak.

Salah satunya adalah cara berpakaian atlet bagi atlet luar daerah Aceh. Pada pelaksanaan PON 2024 yang berlangsung di Aceh nanti, sebelumnya sudah dikeluarkan rekomendasi khusus untuk tuan rumah agar membuat pernyataan terkait tak ada larangan dalam hal berpakaian saat pertandingan. 

Rekomendasi itu muncul saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KONI yang digelar di Golden Ballroom Hotel Sultan, Senayan, Jakarta sejak 12-13 September 2022.

"Agar tuan rumah pelaksana PON XXI/2024 khusus di wilayah Aceh membuat pernyataan bahwa pakaian pertandingan cabang olahraga yang dipertandingkan di Provinsi Aceh dijamin tidak ada larangan," demikian bunyi rekomendasi tersebut. 

Namun diketahui, rekomendasi menandatangani surat pernyataan itu dihilangkan usai pihak KONI Aceh menjamin tidak ada larangan kepada atlet luar soal cara berpakaian, kecuali untuk atlet Aceh sendiri.


Tanggapan itu langsung disampaikan oleh Sekretaris Umum KONI Aceh, M Nasir Syamaun. Dirinya menyampaikan, atlet yang berasal dari daerah lain dibebaskan mengenakan pakaian olahraga sesuai kebiasaan umum saja ketika pertandingan PON di Aceh nantinya.

"Yang tidak boleh itu tim Aceh, harus mengenakan pakaian sesuai dengan ketentuan syariat," sebutnya.

Menanggapi itu, Rektor Universitas Teuku Umar (UTU), Dr. Ishak Hasan, M.Si. mengatakan bahwa Aceh saat ini memang sudah terbuka dan dewasa.

“PON ini merupakan event nasional yang penting sekaligus menjadi moment penegasan dan mempromosikan Aceh ke dunia luar, bahwa Aceh saat ini sudah sangat kondusif untuk didatangi dengan berbagai tujuan keperluan, mau itu bisnis, berwisata, pendidikan, dan berinvestasi di berbagai sektor,” sebutnya kepada Dialeksis.com, Rabu (14/9/2022). 

Ia mengatakan, saat ini, tugas kita adalah terus mengedukasi masyarakat agar bisa bisa lebih terbuka menerima keberagaman. “Terutama bagi masyarakat kita di desa,” ungkapnya.

Lanjutnya, ia menjelaskan, pesatnya perkembangan medsos saat ini semakin membantu masyarakat Aceh lebih menerima keberagaman, walau di Aceh saat ini diproteksi oleh penerapan syariah Islam tentu tidaklah menghalangi kemajuan ekonominya. 


“Justru kita harus maju dan modern bersama dengan nilai-nilai islam yang kita miliki dan bisa menjadi model komunitas muslim yang ‘Soft dan smart’ yang maju ekonominya di dunia,” katanya.

Menurutnya, sejauh ini banyak turis asing di Aceh juga tidak menutup aurat tidak ada yang ganggu. “Kecuali ada pihak-pihak yang sengaja memunculkan kegaduhan agar PON Aceh tidak sukses,” jelasnya.

Ia mengharapkan semoga semua rakyat Aceh bisa bertanggung jawab menjaga keamanan, kenyamanan dan kelancaran atas kesuksesan PON Aceh-Sumut 2024 sebagai bentuk kepercayaan pemerintah pusat untuk Aceh di event yang pentin ini. 

“Aceh pasti bisa, cepat menjadi bangsa yang maju, makmur dan kaya,” pungkasnya. [ftr]

Share berita ini

dialeksis.com