DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Dunia Kesehatan merayakan World Pharmacist Day (WPD) atau disebut juga dengan Hari Apoteker se-Dunia.
Peringatan ini dirayakan secara serentak di dunia. Di Aceh perayaan ini dilaksanakan tepat hari tanpa kendaraan atau dengan istilah Car Free Day (CFD) tepatnya di jalan Jalan Tgk. H. M. Daud Beureueh, Banda Aceh dan di seluruh Provinsi Aceh.
Ketua Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Provinsi Aceh, apt. Tedy K. Bakri mengatakan bahwa tema yang diusung dalam peringatan Hari Apoteker Sedunia Tahun 2022 ini yaitu “Pharmacy united in action for a healthier world”.
“Tema yang diangkat tahun ini bertujuan menunjukkan dampak positif apoteker terhadap dunia kesehatan di seluruh dunia dan untuk lebih memperkuat solidaritas antar profesi,” sebutnya kepada Dialeksis.com, Minggu (25/9/2022).
Dirinya mengharapkan dengan adanya perayaan ini rekan-rekan seprofesi atau Apoteker dan semua sektor Farmasi bisa bersatu untuk kemajuan dunia kesehatan, terlepas dari kondisi Pandemi (Covid-19) yang melanda dunia saat ini.
“Kita harus bisa bersatu demi sektor kesehatan, dimana dengan bersatu kita bisa semakin maju dan memajukan dunia kesehatan tentunya,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Tedy mengungkapkan selain di Banda Aceh dan Aceh Besar, rekan Apoteker lainnya juga melakukan kemeriahan yang sama di daerah tempat mereka mengabdi.
Sementara itu, Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat PD IAI Aceh, apt. Ika Mustika, M.Pharm menjelaskan saat ini atensi dunia tertuju pada adanya peningkatan kasus bidang penyakit diantaranya, Penyakit tidak menular seperti penyakit kardiovaskular, kanker, diabetes, penyakit pernafasan kronis dan kesehatan mental.
“Selanjutnya, penyakit yang menular, misalnya HIV, TBC dan penyakit tropis yang terabaikan,” sebutnya.
Dia menjelaskan, peningkatan jumlah kasus penyakit-penyakit ini membuat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan sejumlah target kesehatan, termasuk konsentrasi penanganan penyakit-penyakit tersebut dalam Sustainable Development Goals nomor 3 pada tahun 2015.
“Sudah banyak sekali kontribusi yang telah diberikan apoteker dalam mendukung program tersebut dan perbaikan terjadi di berbagai bidang,” ujarnya.
Oleh karenanya, menurutnya, sangatlah penting bagi semua tenaga kesehatan, khususnya apoteker, untuk bersatu memberikan kontribusi dan membangun kembali tatanan kesehatan yang sempat terabaikan.
“Penting sekali kita bisa membangun kembali demi kemajuan dunia kesehatan. Terlebih Pandemi Covid-19 yang melanda dunia, banyak sekali yang harus dibenahi dan diperbaiki agar tatanan kesehatan dapat dapat semakin baik kedepannya,” pungkasnya. [ftr]
Share berita ini