DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Seorang wartawan yang merupakan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Aceh Tengah yang bernama Jurnalisa membuat pengaduan ke polisi karena diancam dibunuh oleh seorang pengawas proyek di Kabupaten setempat.
Jurnalisa yang juga Penasehat PWI Aceh Tengah merupakan wartawan Harian Rakyat Aceh. Saat ini dia tinggal bersama keluarganya di Kampung Kemili, Kecamatan Bebesen, Aceh Tengah, Sedangkan kasus itu sendiri terjadi sekitar 19.55 WIB pada Kamis (10/11/2022).
Beberapa saat mengalami pengancaman itu, Jurnalisa mengadu langsung pada Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin. “Ya, kita sudah menerima laporan secara lisan dari Jurnalisa mengenai pengancaman yang dialaminya. Kita arahkan dia mengadu ke polisi,” kata Nasir didampingi Wakil Ketua PWI Aceh Bidang Pembelaan Wartawan, Azhari.
Jurnalisa meyakini kasus tersebut terkait pemberitaan masalah proyek pembangunan Pasar Rejewali Sejahtera di Kecamatan Ketol, Aceh Tengah yang kini sudah tayang di media Online Kabar Gayo. Berita yang sama juga dikirimkan olehnya ke media cetak Harian Rakyat Aceh.
Menurut Jurnalisa, ia telah melakukan tugas sebagai wartawan sesuai dengan Ketentuan Kode Etik Jurnalis (KEJ). Bahkan dirinya sudah berusaha meminta konfirmasi kepada pihak terkait namun tak mendapati respon sama sekali.
Kronologis Kasus
Tak lama mendapat ancaman pembunuhan, Jurnalisa langsung menuju ke Mapolres Aceh Tengah untuk membuat pengaduan.
Berdasarkan Surat Pengaduan Nomor: Reg/78/XI/2022/Aceh/Res Ateng, disebutkan peristiwa itu terjadi Kamis, 10 November 2022 pukul 19.55 WIB di Dusun Kemala Pangkat, Kampung Kemili, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah.
Dalam hal ini Korban (Jurnalisa) mengadukan pengancaman yang dialaminya, adapun saksinya adalah Nur Samsiah (46) yang merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) alamat Dusun Kemala Pangkat, Kampung Kemili, Kecamatan Bebesen, Aceh Tengah yang tak lain adalah istri Jurnalisa.
Pelaku pengancaman atau yang dilaporkan berinisial AM. Berdasarkan pengaduannya kepada polisi, pada Kamis (10/11/2022) sekiranya pukul 22.00 WIB.
Dalam keterangannya kepada polisi ketika membuat pengaduan, dia dalam kapasitasnya sebagai wartawan mengecek proses pembangunan Pasar Rejewali, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah.
Selanjutnya, dia membuat berita terkait pembangunan fisik pasar tersebut dan mengirim berita tersebut ke media Harian Rakyat Aceh.
Kemudian, berita tersebut tayang di media Kabargayo dengan judul ‘Proyek Pengerjaan Pasar Rejewali Ketol Diduga Dikerjakan Asal Jadi dan Lambat, Anggaran Sangat Fantastis’
Beberapa saat setelah itu, tepatnya sekira pukul 19.55 WIB Kamis malam, (10/11/2022), ketika Jurnalisa sedang di rumahnya bersama keluarganya, tiba-tiba rumah digedor-gedor oleh tamu di pintu garasi.
Dengan sigap dia keluar membukakan pintu dan melihat dua pria yang ia kenali yakni AM dan Rah. Ia juga mempersilahkan keduanya masuk, namun AM dan Rah berteriak menggunakan bahasa Gayo.
“Gere beteh ko rom sa ko berorosen (nggak tahu kau dengan siapa kau berurusan),”kata AM dan Rah.
Laki-laki berinisial Am, menurut laporan Jurnalisa kepada polisi sempat mengacungkan tangan hendak memukul dirinya namun Jurnalisa berusaha tenang dengan mengatakan, “Seber-seber, hanani-hanani Am (sabar, sabar, ada apa ini ada apa ini Am),” kata Jurnalisa.
Am dilaporkan semakin emosi, sehingga AM sempat berulang kali mengeluarkan kata-kata “u unuhen kase ko (kubunuh nanti kamu),” kata AM.
Disaat itulah AM istri Jurnalisa keluar dari dalam rumah dan melerai suaminya dengan AM. Mendengar itu juga, para tetangga Jurnalisa juga ikut keluar mempertanyakan sedang terjadi apa. “Hana-hana mu kune kam ni? (apa, apa, kenapa kalian ini?),” tanya para tetangga.
Karena sudah mulai ramai, Am dan Rah langsung pergi dari halaman rumah Jurnalisa.
Menanggapi kasus itu, Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin berharap pihak kepolisian mengusut tuntas kasus pengancaman yang dialami wartawan Harian Rakyat Aceh di Takengon, Aceh Tengah bernama Jurnalisa sehingga bisa memberikan rasa aman dan nyaman kepada wartawan yang menjalankan tugas profesinya berdasarkan undang-undang.
Diketahui, pada hari ini juga, Jumat (11/11/2022) akan menggelar aksi demo di Tugu Simpang Lima Takengon, aksi ini bentuk solidaritas wartawan atas kejadian ini. []
Share berita ini