DIALEKSIS.COM | Malang - Selasa (1/11), Universitas dengan status Badan Layanan Umum (BLU) diberi kewenangan dalam memaksimalkan pengelolaan asetnya untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat.
Diketahui pemanfaatan aset ini termasuk untuk melakukan berbagai kegiatan yang sifatnya komersial baik dari sisi akademik, non akademik hingga kegiatan yang bersifat kepakaran.
UIN Ar-Raniry merupakan salah satu universitas berstatus BLU saat ini sedang mengembangkan berbagai program dan kegiatan unit usahanya untuk meningkatkan mutu dan kesejahteraan bagi civitas akademikanya.
Untuk mempercepat proses realisasi maksud tersebut Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Mujiburrahman telah membangun komunikasi dengan Prof Widodo, Rektor Universitas Brawijaya Malang yang telah berhasil menjadi BLU terbaik dan sejak tahun lalu telah berhasil naik peringkat menjadi Universitas dengan status PTN-BH.
Pada tanggal 31 Oktober 2022 Tim dari UIN Ar-Raniry yang dipimpin oleh Dr. Khairudin, M.Ag (Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum Keuangan dan Perencanaan, melakukan kunjungan benchmarking tata kelola ke Badan Pengelola Usaha ke Universitas Brawijaya. Ikut dalam kunjungan tersebut Ali Mulyagusdin dari Dewan Pengawas, Umar Bin Abd. Aziz dan Mulkan Fadhli, sebagai Ketua dan Sekretaris Pusat Pengembangan Bisnis UIN Ar-Raniry.
Tim diterima oleh Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Sumberdaya, Prof. Gugus Irianto, yang mewakili Rektor Universitas Brawijaya (UB). Dalam sambutannya Prof. Gugus menyampaikan bahwa Unit Bisnis UB sudah dibentuk dan berjalan jauh sebelum status BLU didapatkan yaitu mulai 2011.
Selama 10 tahun berjuang mengelola Unit bisnis akhirnya pada 2021 kita sudah mendapatkan status PTN-BH.
Wakil Rektor II UIN, Dr. Khairuddin, menyampaikan bahwa UIN Ar-Raniry sedang berupaya untuk terus meningkatkan kapasitas Pusat Pengembangan Bisnis baik dalam bidang akademis maupun non-akademis. Itulah tujuan kami melakukan benchmarking ke UB.
Pemaparan yang lebih lengkap terkait berbagai Badan Usaha yang dimiliki UB disampaikan oleh Dr. Sihabuddin, SH, MH., Direktur Utama Badan Pengelola Usaha (BPU) Universitas Brawijaya. BPU-UB memiliki empat bidang usaha yaitu Badan Usaha Akademik (BUA), Badan Usaha Non Akademik (BUNA), Badan Usaha Kesehatan (BUKes) dan Badan Usaha Kepakaran (BUKr).
Terdapat 26 unit usaha yang dinaungi oleh empat bidang usaha tersebut. Dari 5000 pegawai Universitas Brawjiya baik dosen dan tenaga kependidikan, 900 diantaranya merupakan staf dibawah BPU. Pendapatan tahunan PNBP Non-UKT mencapai 90 miliar lebih.
Dalam kunjungan tersebut tim mendiskusikan lebih mendalam tentang kebijakan dan strategi UB dalam mengembangkan unit usaha terutama usaha dibidang layanan penunjang akademik.
“Kedepannya akan terbangun kemitraan yang lebih strategis antara UIN Ar-Raniry dengan Universitas Brawijaya sehingga dapat terus saling berbagi pengalaman dan saling mengembangkan menuju kualitas layanan yang unggul,” pungkasnya. []
Share berita ini