PII Gelar Webinar Diskusi Bahari Talk Angkat Tema Project Management Industri Migas

DIALEKSIS.COM | Jakarta - Persatuan Insinyur Indonesia (PII) menggelar Webinar dalam Bahari Talk dengan mengangkat tema ‘Project Management Industri Migas’, Minggu (6/11/2022).

Adapun narasumber dalam Diskusi tersebut yaitu Ir. Ardiansyah, MPU., IPU selaku Kepala Divisi Management Proyek dan Fasilitas SKK Migas dan Nabila Arifannisa, S.T selaku Project Planner Oil dan Gas Fabrication Company, PT McDermott Indonesia. 

Dalam Opening Speech, Dr Ady Candra, S.Pi., M.Si., IPU selaku Ketua BK Teknik Kelautan PII mengatakan, sektor Migas Kelautan merupakan satu potensi yang belum tergarap dengan optimal di Indonesia.

Ia menyebutkan berdasarkan data Kemenko Marves setidaknya hanya ada 11 sektor di Maritim dengan potensi setidaknya lebih kurang U$ 1,3 Juta/Tahun ternyata hanya beberapa sektor saja yang baru tergarap. 

Oleh karenanya, Ia mengatakan hal ini menjadi peluang untuk sektor Migas berkontribusi bagi pendapatan negara.


Ir. Ardiansyah menyebutkan, bahwa Industri Migas ada yang mengatakan sudah masuk dalam wilayah tak menjanjikan atau sektoral yang suram karena sudah tergantikan energi terbarukan. 

Namun, fakta-fakta menyebutkan bahwa kebutuhan minyak semakin hari semakin meningkat, ini membuktikan bahwa Industri Migas masih dibutuhkan.

[Foto: Tangkapan Layar]

“Indikasinya kalau masih ada mobil dan sepeda motor setiap saatnya maka ini membuktikan kita masih membutuhkan sektor Migas,,” ucapnya dalam webinar tersebut. 

Lanjutnya, Ia menyebutkan, dari ujung Timur hingga ke ujung Barat Indonesia ada potensi Migas. “Sejauh ini ada 174 working area, 96 production WA, 78 Exploration WA, oleh karenanya sektor ini sangat membutuhkan para engineer,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ardiansyah menyebutkan saat ini adapun Long term Plan yakni 1 Juta Barrel Oil Per Day (BPOD) Crude Oil Production dan 12.000 MMSCFD Gas Production di tahun 2030. “Long Term Plan ini menjadi komitmen bersama dari SKK Migas dan teman-teman Oil dan Gas,” tukasnya. 


Sementara itu, Nabila Arifannisa mengatakan, jika berbicara project management maka pastinya akan berbicara project itu sendiri, maka ada hal yang harus dicapai dalam project tersebut.

“Dalam project management, kenapa ada planning project dan kontrol? Karena ketika melakukan perencanaan untuk mencapai tujuan yang kita inginkan, yaitu Achievement yang di requirkan oleh Klien,” jelasnya. 

Maka karena itu, seorang Project Planner itu harus provide, efektif schedule. “Kita harus memprovide prosedur pekerjaan yang berkaitan dengan progres, mengontrol project dan mengeksekusi project,” sebutnya.

[Foto: Tangkapan Layar]

Ia mengatakan, seorang plan project tidak akan bekerja sendirian nantinya, namun akan bekerja dengan banyak pihak, yakni manager konstruksi, tim engineering dan lainnya. 

“Yang paling penting, ketika menjalan project management harus disadari bahwa planning yang dipersiapkan dari awal bukan hanya kertas belaka, karena planning dijalankan untuk mencapai tujuan yang diinginkan,” pungkasnya. 

Diskusi dapat ditonton lebih lanjut melalui link berikut: LINK


[ftr/bna]

Share berita ini

dialeksis.com