DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Peringatan 18 Tahun Tsunami tepatnya pada 26 Desember 2022 kemarin menjadi sebuah momentum dan renungan bersama bagi masyarakat Aceh.
Peringatan 18 Tahun Tsunami yang dipusatkan pada kuburan Massal Siron dipenuhi oleh para peziarah yang melantunkan doa.
Menanggapi itu, Prof. Drs. Yusni Sabi Ph.D yang merupakan Guru Besar UIN Ar Raniry mengatakan, peringatan 18 tahun Tsunami bukan hanya sekedar momentum untuk renungan bersama. Namun, menjadi kesempatan untuk lebih waspada terhadap bencana yang akan datang.
“Ini tidak hanya sebuah momentum saja, namun juga sebuah kesempatan bagi kita untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana,” katanya kepada Dialeksis.com, Selasa (27/12/2022).
Lanjutnya, dia mengatakan, kedepannya harus ada pelatihan mitigasi bencana kepada generasi saat ini dan seterusnya, dimulai dari tingkat SD hingga seterusnya. “Sehingga kewaspadaan terhadap bencana sudah ada sejak dini,” tambahnya.
Tentunya, kata Prof Yusni, selain meningkatkan kewaspadaan, juga sebuah momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Tentunya ini juga sebuah momentum besar untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Para Tokoh, orang tua, dan semua pihak harus mencontohkan, menunjukkan, mengingatkan agar tidak boleh lalai sama sekali tanpa adanya diskriminasi sama sekali, jadi tidak pilih-pilih suku, agamanya, dan lainnya. Semuanya harus saling mengingatkan,” pungkasnya. [ftr/bna]
Share berita ini