Penumpang Domestik Bandara SIM Turun, Penerbangan ke Luar Negeri Lebih Ramai

DIALEKSIS.COM | Aceh - Jumlah penumpang pesawat domestik yang berangkat melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar, turun menjadi 20.409 orang pada September 2026. Di bandara yang sama, penumpang tujuan luar negeri justru bertambah ketika angka nasional untuk penerbangan internasional ikut melemah. 

Dalam paparan Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh pada Senin (2/11/2026), jumlah penumpang domestik di Bandara SIM tercatat turun 6,98 persen dibanding Agustus 2026 dan 7,75 persen dibanding September 2025. 

Kepala BPS Aceh Agus Andria menyebut jumlah penumpang internasional mencapai 10.681 orang, naik 6,42 persen dalam sebulan. Dibanding September tahun lalu, jumlahnya masih lebih rendah 1,28 persen.

Memasuki November, jadwal Bandara SIM pada Senin (2/11/2026) memuat 21 penerbangan, terdiri atas 11 keberangkatan dan 10 kedatangan. Rute yang tercantum meliputi Jakarta, Kualanamu, dan Simeulue untuk penerbangan domestik, serta Kuala Lumpur dan Penang untuk penerbangan internasional.

Selain itu data BPS mencatat 4,22 juta penumpang penerbangan domestik berangkat di seluruh Indonesia pada September 2026. Jumlah itu turun 12,81 persen dibanding Agustus dan 12,39 persen dibanding September 2025. Sepanjang Januari - September 2026, jumlahnya mencapai 42,1 juta orang, turun 4,49 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Penerbangan internasional secara nasional mencatat 1,74 juta penumpang yang berangkat pada September 2026. Angkanya turun 8,99 persen dibanding Agustus dan 2,92 persen dibanding September tahun lalu. 

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan kereta api menjadi satu-satunya moda yang mencatat kenaikan penumpang dibanding Agustus, yakni 0,47 persen. Secara tahunan, penumpang kereta naik 7,83 persen menjadi 48,55 juta orang. Angkutan penyeberangan dan angkutan laut domestik juga tumbuh secara tahunan, masing-masing 7,54 persen dan 2,61 persen, meski keduanya turun dibanding Agustus. 

Dampak dari itu, di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, jumlah penumpang domestik yang berangkat turun 22,44 persen dalam sebulan menjadi sekitar 325.900 orang. Pada periode yang sama, tingkat penghunian kamar hotel berbintang di Bali turun dari 68,19 persen pada Agustus menjadi 66,42 persen pada September. Meski turun, okupansi hotel berbintang Bali masih tertinggi secara nasional.

Di Kalimantan Timur, BPS mencatat 172.859 penumpang domestik berangkat pada September 2026, turun 9,49 persen dibanding Agustus. Secara kumulatif, jumlah penumpang domestik yang berangkat dari Kaltim selama Januari–September turun 3,45 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Niaga.Asia

Share berita ini

dialeksis.com