Pengamat Sebut Efek Resesi Tak Berdampak pada Komoditas Kopi

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pengamat Ekonomi, Rustam Effendi mengatakan resesi tidak akan berdampak pada petani kopi ataupun komoditas kopi.

Menurutnya, hal itu karena konsumsi kopi di dunia termasuk tinggi dan minum kopi itu sudah seperti budaya. 

“Kopi inikan sudah menjadi minuman legenda dunia, jadi hampir semua orang pagi itu pasti minum kopi dan itu menjadi satu tendensi yang cenderung positif secara domestik maupun global,” ucapnya kepada Dialeksis.com, Kamis (27/10/2022).

Pengamat Ekonomi, Rustam Effendi. [Foto: For Dialeksis]

“Kemudian, juga adanya kenaikan harga dolar, dan itu sebenarnya sangat menguntungkan kita (Petani kopi) jika demand kita masih sama seperti lalu dan tidak terjadi apapun,” tambahnya. 

Menurutnya, secara permintaan kopi sepertinya tidak ada masalah karena hampir semua konsumsi kopi. “Mungkin orang bisa membatasi membeli celana, pakaian ataupun sepatu karena terbatasnya uang. Namun kalau kopi saya rasa bukanlah jadi satu masalah,” ujarnya.


Dirinya melihat efek daripada resesi ini tidak apa-apanya terhadap kopi. “Jadi potensi peluang pasar untuk kopi masih sangat terbuka, walaupun di beberapa negara memiliki beberapa persoalan,” sebutnya. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik sejak tahun 2015 hingga 2017 angka Produksi Kopi di Aceh meningkat setiap tahunnya.

Pada tahun 2015 angka produksi kopi yakni 47.444 Ton dan meningkat secara signifikan pada tahun 2016 yakni 65.231 Ton dan ditahun 2017 menjadi 68.493 Ton. 

Sedangkan ditahun 2021 Provinsi Aceh mengekspor lebih kurang 1,3 ton kopi arabika yang diekspor ke Jepang, Taiwan, Malaysia dan Inggris. Sementara itu, nilai total ekspor kopi di seluruh Indonesia pada Desember ini mencapai Rp 14,4 triliun. [ftr/bna]

Share berita ini

dialeksis.com