Peneliti Internasional dan BRIN Kaji Manuskrip Kuno Tanoh Abee Aceh Besar

DIALEKSIS.COM | Aceh Besar - Sejumlah peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), SOAS University of London, Universität Hamburg (University of Hamburg), Jerman, serta Museum Pedir melakukan kunjungan ilmiah ke Zawiyah Teungku Chik Tanoh Abee.

Disana ada perpustakaan kuno yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat penyimpanan manuskrip Islam terpenting di Aceh.

Kunjungan tersebut bertujuan memperkuat kolaborasi penelitian sekaligus memperluas kajian terhadap manuskrip-manuskrip kuno yang menjadi warisan intelektual Aceh. 

Selain itu, pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mendorong pelestarian, inventarisasi, hingga digitalisasi naskah-naskah bersejarah agar dapat diakses dan dikaji lebih luas oleh dunia akademik.

Rombongan peneliti disambut langsung oleh pimpinan Zawiyah dan Perpustakaan Kuno Teungku Chik Tanoh Abee, Teungku Abdul Hafidh Al-Fairusy Al-Baghdady atau yang akrab disapa Cut Fid, didampingi keponakannya, Teuku Abulis (Cut Bang Abulis).

Peneliti dari SOAS University of London, Dr. Mulaika Hijjas, mengaku terkesan dengan kekayaan koleksi manuskrip yang masih tersimpan dan terawat di Perpustakaan Kuno Tanoh Abee. Menurutnya, banyak naskah yang memiliki nilai ilmiah tinggi dan layak menjadi objek penelitian lanjutan.

"Saya berharap dapat kembali lagi dengan waktu yang lebih panjang agar bisa mempelajari lebih banyak manuskrip yang tersimpan di Perpustakaan Kuno Tanoh Abee. Koleksi di sini sangat penting bagi pengembangan kajian sejarah dan manuskrip Islam di kawasan Asia Tenggara," katanya.

Sementara itu, peneliti Raisa Kamila juga menyampaikan kekagumannya terhadap Zawiyah Teungku Chik Tanoh Abee yang dinilai masih mampu mempertahankan tradisi keilmuan Islam hingga saat ini.

Selain tertarik pada koleksi manuskrip kuno, Raisa juga mengaku terkesan dengan suasana lingkungan Zawiyah yang asri serta keberadaan koleksi satwa eksotik milik Cut Fid di area taman safari pribadi yang berada di sekitar kompleks tersebut.

Menurutnya, perpaduan antara kekayaan intelektual dan pelestarian lingkungan menjadikan Tanoh Abee memiliki daya tarik tersendiri sebagai pusat studi sejarah dan kebudayaan Islam.

Melalui kunjungan ini, para peneliti berharap kerja sama yang pernah terjalin antara Zawiyah Teungku Chik Tanoh Abee dengan berbagai institusi akademik nasional maupun internasional dapat kembali diperkuat. 

Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk mendukung inventarisasi, konservasi, digitalisasi, hingga publikasi manuskrip-manuskrip kuno Aceh agar semakin dikenal dan dimanfaatkan sebagai sumber penelitian di tingkat internasional.

Dalam kesempatan itu, Cut Fid mengatakan bahwa Zawiyah Teungku Chik Tanoh Abee sejak lama menjadi tujuan para peneliti yang mendalami sejarah Aceh, perkembangan Islam di Nusantara, hingga kajian filologi manuskrip Melayu dan Arab.

"Kami menyambut baik kunjungan ini sebagai bagian dari ikhtiar bersama untuk menjaga, merawat, dan mengkaji warisan intelektual Aceh. Manuskrip-manuskrip yang tersimpan di Tanoh Abee bukan hanya menjadi kebanggaan masyarakat Aceh, tetapi juga merupakan bagian penting dari khazanah peradaban Islam dunia," ujar Cut Fid.

Ia menjelaskan, hubungan antara Perpustakaan Kuno Tanoh Abee dengan kalangan akademisi internasional telah terjalin sejak beberapa dekade lalu. Salah satu tokoh yang memiliki perhatian besar terhadap koleksi manuskrip Tanoh Abee adalah Prof. Russell Jones dari SOAS University of London.

 Almarhum beberapa kali berkunjung ke Aceh dan berdiskusi dengan Abu Muhammad Dahlan Al-Fairusy Al-Baghdady mengenai sejarah Aceh dan kekayaan manuskrip yang tersimpan di Tanoh Abee.

Selama kunjungan berlangsung, para peneliti diajak berkeliling kompleks Zawiyah untuk mengenal lebih dekat sejarah berdirinya lembaga tersebut. 

Mereka juga berkesempatan melihat secara langsung berbagai manuskrip kuno yang memuat beragam disiplin ilmu, mulai dari tafsir, fikih, tasawuf, sejarah, hingga catatan perkembangan intelektual masyarakat Aceh selama berabad-abad.

Share berita ini

dialeksis.com