DIALEKSIS.COM | Lhokseumawe - Naiknya harga BBM mendapat penolakan dari banyak pihak. Imbas daripada kenaikan BBM khususnya di Aceh sudah mulai terasa, salah satunya baru-baru ini sudah ada kenaikan tarif Angkutan Umum. Hal tersebut juga mendapat respon banyak pihak.
Akademisi Universitas Malikussaleh (UNIMAL), Dr. Damanhur, Lc,. MA mengatakan, kenaikan harga BBM akan berdampak terhadap peningkatan semua harga barang dan ini merupakan salah satu dampak dari teori inflasi dalam ekonomi yang dinamakan dengan Spiral Inflation.
Dirinya menjelaskan, Spiral inflation ini merupakan salah satu gejala ekonomi yang akan memukul semua lini terutama yang paling berdampak adalah orang-orang yang mempunyai pendapatan yang standar.
"Dalam artian orang orang yang tidak mempunyai pendapatan tambahan mereka akan berpengaruh sangat besar terhadap kenaikan harga BBM," ujarnya kepada Dialeksis.com, Selasa (6/9/2022).
Menurutnya, langkah yang harus dilakukan oleh pemerintah yaitu dengan meninjau kembali aspek bantuan kepada masyarakat secara langsung baik dalam bentuk bantuan tunai maupun bantuan lainnya.
Menurutnya, pada dasarnya kebijakan menaikkan BBM ini pada awalnya pada BBM yang bersubsidi, akan tetapi BBM yang tidak bersubsidi pun mengalami kenaikan ini merupakan salah satu celah yang harus menjadi kajian lebih lanjut.
"Pertama, Langkah apa yang harus dilakukan oleh pemerintah selain meninjau ulang. Kedua, apa yang dinamakan dengan peninjauan pasar ini sangatlah penting mengingat hal seperti ini juga pernah terjadi pada masa Rasulullah," ungkapnya.
Dirinya menjelaskan, dimasa Rasulullah ketika adanya kenaikan harga, para sahabat bertanya kepada Nabi Muhammad SAW. "Wahai Rasul tentukan harga kepada kami, pada saat itu rasul menjawab Allah lah yang menentukan harga para Cendikiawan Muslim," ujarnya.
"Dengan memahami Allah lah yang menentukan harga itu adalah faktor ke Imanan," lanjutnya.
Kata Damanhur, jika memang suatu barang itu banyak bisa jadi harganya mahal, dikarenakan apa? dikarenakan barang tersebut tidak bisa meningkatkan ke imanan dan boleh jadi barang itu sedikit, akan tetapi dia murah dikarenakan faktor ke imanan.
"Dikarenakan barang tersebut adalah barang yang memang dibutuhkan oleh oleh masyarakat, maka indikator keimanan merupakan salah satu indikator terpenting dalam penentuan harga naik ataupun turun," jelasnya.
Dirinya menjelaskan, selama ini kita selalu dan terpaku dalam hitungan Matematika penduduk bumi. "Mari kita kembali untuk menggunakan Matematika penduduk langit, sehingga bukan hanya orang-orang tertentu saja yang akan mengalami Provit keuntungan, akan tetapi semua masyarakat juga bisa merasakan kesejahteraan tersebut dengan konsep harga dari sisi Allah," ujarnya.
Ia mengatakan, bantuan BLT sangat membantu masyarakat, hanya saja kelemahannya di database. Sehingga masih ada orang-orang yang mendapatkan BLT yang memang tidak tepat.
"Sudah saatnya Indonesia khususnya Aceh untuk mempunyai database, Sehingga segala bantuan itu bisa tepat sasaran dan tepat guna selama ini seandainya seseorang itu mempunyai hubungan kedekatan mungkin dia akan selalu bisa mendapatkan bantuan apapun dan dari manapun tetapi jika masyarakat yang tidak mempunyai akses maka mereka akan semakin terpinggirkan," katanya lagi.
"Solusi terbaik untuk menghadapi semua permasalahan itu adalah dengan kembali kepada apa yang diajarkan oleh Allah dan rasul nya. melalui para ulama nya agar apa, agar kita tidak Tamak. Terhadap semua sifat tersebut akan mengantarkan manusia kepada kehancuran. Sebanyak apapun harga yang diperolehi kalau tidak bisa meningkatkan ke imanan kepada Allah dan rasul, maka semuanya itu akan diwariskan oleh ahli waris bayangkan betapa susahnya mencari harta, akan tetapi tidak bisa dinikmati untuk diri sendiri namun dimiliki oleh orang lain semuanya," pungkasnya. [ftr]
Share berita ini