DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pelayanan kepada Ibu hamil harus diutamakan oleh para perawat yang bekerja di Rumah Sakit, dimana dengan kondisinya yang tengah mengandung ibu Hamil harus menjadi salah prioritas untuk mendapat pelayanan yang baik.
Namun, hal itu bertolak belakang dengan kejadian yang dialami oleh Khairu salah satu masyarakat yang tengah membawa sang istri untuk memeriksa kandungannya.
Dia mengatakan, Rumah Sakit Zainal Abidin merupakan salah satu rumah yang menjadi prioritas masyarakat dalam mendapat pelayanan kesehatan terutama khususnya di Banda Aceh dan Aceh Besar.
Lanjutnya, harusnya seperti lahan parkir di RSUZA harus tertata dengan rapi dan harus memenuhi maksimalisasi pelayanan kepada pasiennya.
“Ini saya cari lokasi parkir saja sulit, ada lahan parkir dan lebar, namun sembaraut, dan petugas yang mengarahkan juga tidak ada. Perawat yang membantu istri saya berjalan ke lokasi pemeriksaan juga tidak ada, tidak ada ditanya kemana? Tidak ada ditanya periksa apa?,” ujarnya kepada Dialeksis.com, Kamis (24/11/2022).
“Karena sudah begitu terpaksa saya harus parkir di area luar rumah sakit,” tambahnya.
Lanjutnya, dia mengatakan istrinya harus berjalan jauh dari area luar rumah sakit dengan kondisi perutnya yang sudah masa kandungan 9 bulan ke dalam rumah sakit. Kemudian juga harus naik turun tangga.
“Inikan berbahaya sekali untuk istri saya, apalagi ini kehamilan pertamanya,” kata Khairu.
Lebih lanjut, dia mengharapkan pelayanan RSUZA harus menjadi lebih baik lagi. Lahan parkir yang luas harus ada yang mengarahkan juga di dalamnya.
“Walaupun sudah e-Parkir tapi tetap saja, perlu ada yang mengatur lokasi parkir bagi kendaraan yang hendak berkunjung ke RSUZA. Ditambah lagi, petugas, perawat harus peka dengan kondisi pasiennya, jangan ketika sudah sekarat baru lontar-lantir membantu pasiennya,” pungkasnya. [ftr/bna]
Share berita ini