Pelantikan Mualem Sebagai Wilayatul ‘Ahdi Jadi Tanda Tanya, Begini Penjelasan LPMA Aceh

DIALEKSIS.COM | Aceh Besar - Wali Nanggroe Aceh Teungku Malik Mahmud Al Haythar melantik Muzakir Manaf atau akrab disapa Mualem sebagai Wilayatul ‘Ahdi di Pendopo Wali Nanggroe, Lampeuneurut, Aceh Besar pada Selasa (27/12/2022). 

Pelantikan Mualem sebagai Wilayatul ‘Ahdi memang menjadi tanda tanya dari banyak pihak. Menanggapi itu, Ketua Umum Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Aceh (LPMA) Aceh Gumarni SH, M.Si dalam keterangannya pada Selasa (28/12/2022) yang diterima Dialeksis.com.

Dia menjelaskan, Kondisi Aceh saat ini. selalu mengadaptasi pada keadaan yang kurang baik. “Dari segi politik, ekonomi, dan hukum hampir semua ada kenadala. Pelantikan Mualem dihadapkan dengan keadaan dan tantangan dalam memperjuangkan kepentingan Aceh sesuai hasil perjanjian damai MoU Helsinki,” katanya. 

Lanjutnya, banyak pihak di Aceh masih menginginkan MoU berjalan dengan baik, ada juga masyarakat Aceh yang tidak senang dengan MoU Helsinki.

Menurutnya, hubungan Mualem dengan politik di Wali Nanggroe sangat erat jika membaca sejarah Aceh waktu konfil sampai tercapai perjanjian MoU Helsinki. 

“Mualem ketua KPA, komando Kombantan GAM seluruh Aceh. Beliau bisa mengatur strategi memberikan pemahaman yang baik pada kombantan GAM dalam memahami pentingnya damai Aceh. Beliau juga bisa mendeteksi mana GAM komando dan mana GAM jadi-jadian,” jelasnya.


Lanjutnya, Mualem Ketua Partai Aceh (PA) pemegang kekuatan politik di Aceh dan sampai sekrang politik PA masih diatas dengan mendeteksi jumlah DPRA di Provinsi dan jumlah DPRK di Kab/Kota sekrang di parlemen. 

“Wali Nanggroe Aceh adalah pemersatu masyarakat Aceh. Seluruh masyarakat yang ada KTP di Aceh berhak menjadikan paduka yang mulia sebagai Wali Nanggroe Aceh karna telah disahkan dalam qanun Nomor 10 Tahun 2019 perubahan kedua qanun nomor 8 tahun 2012.

“Atas pelantikan Mualem sebagai wakil Wali Nanggroe Aceh, beliau bisa menjalankan tugas-tugas pokok Wali Nanggroe secara hukum sebagai pemersatu ummat di Aceh,” ujarnya. 

Dia mencontohkan, Pemersatu rakyat Aceh di jajaran kombantan GAM. Pemersatu di seluruh partai politik, baik lokal maupun nasional.

“Bisa juga pemersatu tokoh agama dan tokoh adat maka sangat tepat paduka yang mulia mengangkat Mualem sebagai wakil Wali Nanggroe saat Aceh sekarang sedang dalam kondisi kurang baik. Semoga Aceh kedepan lebih baik dari pada yang telah baik sebelumnya,” pungkasnya. []

Share berita ini

dialeksis.com