DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pasca banjir yang melanda Aceh hingga membuat jalan lalu lintas nasional di Aceh Tamiang terputus membuat stok kebutuhan pangan di Aceh mulai terganggu.
Sejauh ini pemerintah Aceh terus berupaya memnuhi stok kebutuhan pangan di Aceh dengan berbagai macam cara.
Baru-baru ini, Bulog mengirimkan sebanyak 800 ton beras ke Aceh yakni tujuan pengirimannya ke Meulaboh sebanyak 400 ton, Sigli 300 Ton dan Blangpidie 100 ton.
Sebelumnya, Pelabuhan Patimban juga melayani pengiriman beras ke Malahayati dan Lhoksumawe, Provinsi Aceh. Pengiriman beras sebanyak 200 ton dalam 10 kontainer tersebut berasal dari Jawa Barat.
Beras tersebut dikirim menggunakan kapal Kendhaga Nusantara 14 dari Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat, Selasa (18/10). Adapun trayek T-1 ini memiliki rute pelayanan Tanjung Priok - Patimban - Lhoksumawe - Malahayati - Patimban - Tanjung Priok.
Menanggapi itu, Kepala Bulog Aceh, Irsan Nasution mengatakan, bahwa tugas Bulog untuk menjaga jumlah stok yang tersedia. Di Aceh, walaupun sudah musim panen, tapi harga sudah naik, kemudian di Bulog ada harga yang ditetapkan pemerintah.
Lanjutnya, Bulog ikut andil menjaga pengendalian inflasi di Aceh, khusunya medium. "Jadi untuk penyaluran operasi pasar (KPSH), kita meminta kepada Bulog pusat untuk memindahkan stok Bulog yang dari Jawa Barat ke Aceh supaya menambah stok. Hal ini akan disalurkan ke keperluan KPSH," ujarnya kepada Dialeksis.com, Senin (21/11/2022).
Dia mengatakan, barang yang sudah di data, akan dikirimkan sesuai destinasi tujuannya, dan tidak bisa diubah lagi. Apabila terdapat kekurangan stok, maka pihaknya akan terus meminta tambahan, supaya tetap terjaga stok nya. Baik untuk kebutuhan bencana alam maupun KPSH. [ftr/bna]
Share berita ini