PAR Punya Target Besar, Siap Sejahterakan Petani Aceh

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Banda Aceh mengabulkan gugatan Partai Amanah Reformasi (PAR) terhadap Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh. 

Pasca putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Banda Aceh, Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh mulai melaksanakan amar putusan terhadap . 

Ketua Partai Amanah Reformasi (PAR), Ir. T.M. Khaidir menyampaikan tekadnya dalam mempersiapkan partai dalam menghadapi Pemilu 2024.

“Persiapan PAR untuk memenuhi apa saja yang menjadi kekurangan dari PAR sendiri akan kita sanggupi,” ujarnya kepada Dialeksis.com, Selasa (27/9/2022) saat dihubungi via telepon.

“Kita sampai diberi waktu sampai tanggal 3 Oktober 2022 untuk mengisi apa-apa saja yang dianggap kurang oleh KIP Aceh,” tambahnya. 


Lanjutnya, Ia mengungkapkan, rasa syukurnya terhadap dikabulkan gugatan oleh PAR Aceh. Dengan begitu PAR Aceh dapat mendaftar sebagai peserta Pemilu 2024.

“Sudah banyak sekali proses yang kita lalui, pertama kita ikuti coba melalui Panwaslih, namun gagal. Kemudian, kita coba lagi melalui PTUN, dan Alhamdulillah mendapatkan hasil yang positif, dengan hasil ini kita dapat berkiprah ke tahapan berikutnya menuju persiapan Pemilu 2024,” ucapnya.

Dirinya menyampaikan, tentu PAR Aceh sendiri memiliki harapan besar untuk menjadi jembatan ke Jakarta. 

“Walaupun PAR Aceh bukanlah Partai Nasional (Parnas), namun PAR Aceh harus bisa menjadi salah satu jembatan dari Partai Lokal (Parlok) untuk Jakarta,” sebutnya.

Dirinya menjelaskan, selama ini jika dilihat, Aceh memiliki peluang besar yang memiliki impact besar bagi kesejahteraan masyarakat.


“Yang pertama Aceh dengan kekhususannya yang didukung oleh Otonomi Khusus (Otsus) dan didukung oleh UUPA nya yang berbeda dengan daerah lainnya, justru yang selama ini dianggap molor maka kedepannya harus dilakukan pembenahan,” ujarnya. 

“Insya Allah, adapun target dari pada PAR Aceh sendiri yaitu mengangkat harkat martabat para petani yang ada di Aceh, mengurangi angka pengangguran yang ada di Aceh,” tukasnya.

“Kemudian, juga ditargetkan adanya pembangunan pabrik di setiap kabupaten/kota yang dapat menampung tenaga kerja yang dapat mengurangi angka pengangguran,” tambahnya. 

Lanjutnya, Ia menargetkan 5 hingga 10 kursi di DPRA dapat dikuasai. “Kita targetkan 5 hingga 10 kursi di DPRA,” ucapnya lagi.

“PAR Aceh memiliki komitmen besar dalam membangun dan mengawal untuk masyarakat Aceh,” pungkasnya. [ftr]

Share berita ini

dialeksis.com