DIALEKSIS.COM | Takengon - Harga Kopi di Tanah Hayo kini tengah merangkak naik. Hal ini disambut dengan gembira oleh para petani kopi di tanah Gayo.
Berdasarkan Litbang Dialeksis.com, Harga Biji di Gayo lues di tingkat agen penampung berkisar Rp 47 Ribu hingga Rp 48 Ribu per bambu. Adapun kenaikan harga biji kopi berkisar Rp 1.000,-/Bambu, berarti diperkirakan harga kopi di Gayo Lues berkisar Rp 48-49 Ribu/bambu.
Salah satu petani kopi di Takengon, Zikri mengatakan harga biji kopi per bambu di Takengon juga saat ini relatif tinggi dan standar.
“Kita kalau disini buah yang dipetik langsung kita jual itu kisaran Rp 16-18 Ribu, dan itu relatif tinggi,” ucapnya kepada Dialeksis.com, Rabu (21/9/2022).
Dia mengungkapkan, jika melihat kalender sebelum-sebelumnya Panen Raya mungkin akan terjadi dibulan Oktober.
“Kalau sekarang belum panen raya, kalau melihat kalender Insya Allah panen raya bulan 10 (Oktober) ini,” ujarnya.
Dirinya mengharapkan agar ketika panen raya harga biji kopi per bambunya tetap relatif stabil seperti saat ini.
“Kita berharap nanti ketika panen raya, harga per bambunya tetap sama, kalau bisa malah meningkat. Karena sebelumnya, ketika pandemi Covid-19 harga biji kopi termasuk rendah dan cukup merugikan para petani. Harapan besarnya ketika panen raya bisa relatif stabil seperti saat ini,” pungkasnya. [ftr]
Share berita ini