DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Eksplorasi migas merupakan kegiatan yang memerlukan suatu kajian yang panjang dan kompleks, karena cadangan migas tidak dapat dilihat secara kasatmata, dan berada jauh di bawah permukaan tanah.
Cadangan migas atau hidrokarbon di Indonesia umumnya berada di cekungan belakang busur (back arc basin), yakni cekungan sedimen yang terletak di belakang busur vulkanik.
Migas juga terdapat di cekungan tepi benua ( sea itu continental margin). Oleh sebab itu, diperlukan studi atau kajian yang mendalam untuk memperoleh lokasi cadangan migas.
Salah satu studi atau kajian yang digunakan dalam usaha pencarian cadangan migas yaitu studi geofisika. Studi ini meliputi metode survei seismik yang bertujuan untuk mengobservasi objek bawah permukaan bumi dengan memanfaatkan sifat pemantulan gelombang elastik yang dihasilkan dari sumber seismik.
Peran metode seismik dalam eksplorisasi migas yaitu memberikan gambaran yang jelas permukaan bawah bumi. Hasil pengolahan data tersebut berguna untuk mengenali adanya komponen petroleum system yang merupakan petunjuk ada tidaknya jebakan migas di suatu daerah.
Demikian disampaikan oleh Guru Besar ITB, Prof. Dr. Awali Priyono dari Kelompok Keahlian Geofisika Global, Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) ITB, yang dikutip Dialeksis.com dari laman itb.ac.id, Rabu (16/11/2022).
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya metode seismik pada awalnya hanya digunakan untuk mengetahui jebakan migas.
“Kenyataannya tidak hanya itu, metode seismik juga dapat digunakan untuk analisa stratigafi juga estimasi jenis dan sifat fisika batuan,” jelasnya.
Dalam batuan reservoir, lanjutnya, penjalaran gelombang seismik yang terjadi tidak hanya disebabkan oleh faktor pemampatan dan peregangan dalam partikel-partikel medium berpori, tetapi juga dipengaruhi oleh adanya aliran fulida dalam pori batuan.
Peran Teknologi Seismik di Masa Mendatang
Dengan semakin menipisnya cadangan energi di Indonesia, teknologi seismik berpotensi untuk berperan penting di masa mendatang. Dari sudut pandang geologi, diperlukan inovasi baru dalam teknologi seismik untuk memberikan citra bawah permukaan yang lebih baik dengan resolusi yang tinggi.
Dalam karakterisasi reservoir, metode seismik akan banyak berperan untuk memahami struktur reservoir yang menyangkut rekahan, porositas, permeabilitas, dan kandungan fluida.
Kata Prof Awali, mengingat eksplorisasi sampai saat ini masih fokus di darat dan laut dangkal, ke depannya eksplorisasi akan menuju ke daerah laut dalam.
Namun, kata dia, hingga saat ini eksplorasi laut dalam tidak banyak dikembangkan karena jika terjadi kegagalan dalam pengeboran maka eksekutor harus menanggung resiko biaya yang tinggi. Untuk itu, diperlukan inovasi baru dalam akuisi, pengolahan, dan analisis data dalam metode seismik. [Nor]
Share berita ini