DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Nasruddin alias Nyak Dhien Gajah menyatakan dukungan terhadap Taufik, S.T., M.Si., yang baru dilantik sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Aceh. Ia berharap amanah tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kekompakan pemerintahan dan mempercepat pembangunan yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Dalam wawancara langsung dengan Dialeksis, tokoh yang pernah menjadi tahanan politik dan narapidana politik Gerakan Aceh Merdeka (GAM) itu menegaskan, dukungan kepada Sekda harus disertai harapan terhadap hasil kerja yang nyata.
“Sekda yang baru harus segera tancap gas. Jangan terlalu lama berhenti pada urusan konsolidasi, sementara masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Aceh membutuhkan kerja nyata untuk mengejar ketertinggalan,” ujar Nyak Dhien Gajah.
Taufik resmi berstatus Pj Sekda setelah menjalani pelantikan di Medan, Selasa (13/10/2026). Prosesi yang dipimpin Gubernur Aceh Muzakir Manaf itu berlangsung di Kantor Badan Penghubung Pemerintah Aceh. Sebelumnya, Taufik menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Aceh.
Nyak Dhien Gajah, yang turut mendampingi proses pelantikan tersebut, menilai posisi Sekda sangat menentukan kelancaran kerja pemerintahan. Koordinasi yang kuat diperlukan agar seluruh perangkat daerah bekerja dengan arah yang jelas dan berorientasi pada kepentingan rakyat.
Menurutnya, konsolidasi birokrasi perlu segera diikuti percepatan pelaksanaan program. Setiap organisasi perangkat daerah harus mampu menerjemahkan kebijakan pimpinan menjadi pekerjaan yang terukur dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia juga berharap Taufik dapat menjaga suasana kerja yang harmonis, baik di lingkungan birokrasi maupun dalam hubungan antara Pemerintah Aceh dan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA).
“Jangan sampai energi pemerintah habis untuk konflik internal dan saling berhadapan. Birokrasi harus bekerja dengan tenang, eksekutif dan legislatif harus membangun komunikasi yang baik. Kepentingan rakyat harus ditempatkan di atas kepentingan kelompok maupun pribadi,” katanya.
Nyak Dhien Gajah mengingatkan, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam pemerintahan. Namun, perbedaan itu perlu dikelola melalui komunikasi dan dialog agar tidak menghambat pelayanan publik maupun pelaksanaan pembangunan.
Dalam posisi tersebut, kata dia, Sekda diharapkan mampu menjadi penghubung yang efektif antara pimpinan daerah, jajaran birokrasi, dan legislatif. Kemampuan menyatukan langkah menjadi bagian penting dari keberhasilan menjalankan tugas.
Ia turut menyinggung pengalaman sejumlah figur asal Aceh Besar dalam perjalanan kepemimpinan birokrasi Pemerintah Aceh. Menurutnya, pengalaman para pendahulu dapat menjadi pelajaran bagi Taufik, disertai kemampuan beradaptasi dengan tantangan pemerintahan saat ini.
Nyak Dhien Gajah menekankan bahwa dukungannya perlu diikuti evaluasi yang objektif. Kinerja Sekda, menurutnya, harus dilihat dari kemampuan menjaga koordinasi, mendorong profesionalitas aparatur, serta memastikan program pembangunan berjalan sesuai perencanaan.
Ia berharap Taufik dapat menjalankan amanah dengan bertanggung jawab dan membangun kerja sama yang kuat di lingkungan Pemerintah Aceh.
“Sekarang saatnya bekerja bersama. Tidak perlu lagi memperpanjang gesekan. Aceh membutuhkan pemerintahan yang kompak, bergerak cepat, dan benar-benar hadir untuk rakyat,” tutupnya.
Share berita ini