DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Juru Bicara Pemerintah Aceh, Dr. Nurlis Effendi, S.H., M.H., mendorong penguatan kerja sama antara pemerintah dan perguruan tinggi agar pembangunan Aceh bertumpu pada keilmuan dan kepakaran.
Hal itu disampaikan Nurlis saat mengunjungi Fakultas Hukum Universitas Serambi Mekkah (FH USM), Banda Aceh, Selasa (27/10/2026). Kunjungan silaturahmi tersebut disambut Dekan FH USM, Dr. Wiratmadinata, S.H., M.H.
Dalam pertemuan di ruang dekan, keduanya membahas kehidupan akademik, politik pemerintahan, serta peluang sinergi antara kampus dan Pemerintah Aceh. Pembicaraan mencakup dukungan pemerintah terhadap pengembangan kegiatan akademik dan kontribusi pemikiran perguruan tinggi bagi pemerintah.
“Pemerintah dan kampus, khususnya di Aceh ini, harus saling mendukung dan bekerja sama, sehingga terjadi sinergi yang positif antara kampus dan pemerintah,” kata Nurlis.
Menurutnya, hubungan yang saling mendukung perlu menjadi iklim bersama agar pengetahuan dan kepakaran mendapat ruang dalam pembangunan daerah.
“Inilah seharusnya iklim positif yang kita bangun, agar Aceh dapat berkembang berbasiskan keilmuan dan kepakaran,” ujarnya.
Nurlis juga menyampaikan harapannya agar FH USM terus berkembang. Sebagai sesama akademisi, ia berharap Wiratmadinata berhasil membawa fakultas tersebut menjadi salah satu fakultas hukum terbaik.
Pertemuan itu turut mempertemukan dua sosok dengan latar belakang yang beririsan. Wiratmadinata merupakan mantan Juru Bicara Pemerintah Aceh periode 2018 - 2022, sedangkan Nurlis kini mengemban tugas tersebut. Keduanya juga pernah menekuni profesi jurnalis dan berkiprah di dunia akademik. Nurlis sebelumnya pernah menjabat rektor pada perguruan tinggi swasta di Jakarta dan Banda Aceh.
Sementara itu, Wiratmadinata menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menilainya sebagai bentuk perhatian dan dukungan terhadap keberadaan FH USM yang masih baru dan saat ini memiliki satu program studi, yakni Hukum Bisnis.
Wiratmadinata mengatakan, FH USM masih memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melanjutkan pendidikan, termasuk kalangan eksekutif yang ingin memperdalam ilmu hukum, khususnya hukum bisnis.
“Saat ini kami masih membuka kesempatan bagi masyarakat, terutama para eksekutif yang mau belajar ilmu hukum, terutama yang tertarik pada hukum bisnis, untuk belajar di sini,” katanya.
Meski perkuliahan telah berjalan, Wiratmadinata menyebut masih tersedia kesempatan terbatas bagi calon mahasiswa yang berminat bergabung.
“Kuliah sudah dimulai, tapi masih ada kesempatan sedikit lagi bagi yang berminat,” ujar Wiratmadinata, yang juga Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Aceh. []
Share berita ini