Nasrul Hadi: Mekanisme Penggunaan Dana Otsus Ada di UUPA

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Kucuran dana Otonomi Khusus (Otsus) setiap tahunnya mengalami peningkatan yang drastis sejak tahun 2008-hingga 2021. Namun, realisasinya masih bisa dikatakan tidak maksimal atau tidak merata.

Menanggapi itu, Akademisi Universitas Muhammadiyah Aceh, Nasrul Hadi mengatakan, jika melihat fenomena saat ini di tengah kucuran dana otonomi khusus (Otsus) yang melimpah dari tahun 2008, Aceh masih tetap provinsi miskin. 

"Apa yang salah? Menurut saya ada yang salah pada pengelolaan dan peruntukannya belum tepat dan belum menyentuh seluruh masyarakat yang mungkin disebabkan belum ada road map yang jelas tentang dana otsus," ucapnya kepada Dialeksis.com, Selasa (11/10/2022).

Ia menjelaskan, mekanisme pengelolaan dana otsus itu ada di UUPA, ada tujuh sektor peruntukan dana otsus yaitu pembangunan dan pemeliharaan infrastrukur, pemberdayaan ekonomi rakyat, pengentasan rakyat dari kemiskinan, pendidikan, kesehatan, sosial dan keistimewaan Aceh.

"Yang perlu perlu dievaluasi sekarang adalah Pemerintah Aceh harus mampu membuat program dengan fokus pembangunan ekonomi dan SDM serta peningkatan kesejahteraan masyarakat supaya bisa tercapai tujuan pengentasan kemiskinan," sebutnya.

[Foto: Kompas/Bappeda Provinsi Aceh]


Menurutnya, berdasarkan data, sepanjang adanya dana otsus kalau untuk pembangunan infrastruktur fisik sudah sangat dominan dilihat, dan itu sudah bisa dikurangi barangkali.

"Program yang dilakukan harus benar-benar menurunkan angka kemiskinan. Misalkan ada program pemberdayaan ekonomi, itu meski ada pendampingan juga, sehingga keberlanjutan dan berdampak," ucapnya yang juga Wakil Ketua KNPI Banda Aceh.

Oleh karenanya, katanya, perlu adanya Road Map yang jelas dan dipergunakan Road Map tersebut. Misalkan dikatakan sudah ada buku induk perencanaan otsus yang disahkan tahun 2015 melalui Peraturan Gubernur (Pergub) itu silahkan digunakan, jika memang ada yang harus direvisi maka revisi.

"Intinya harapan kita bersama dengan masih adanya dana otsus itu benar-benar bisa diperuntukkan sesuai dengan semestinya sehingga berdampak untuk meningkatkan sejahteraan masyarakat Aceh seluruhnya," tukasnya.

"Perlu digaris bawahi bahwa sejauh ini dana otsus sifatnya sementara, bukan dana abadi. Apabila tidak dimanfaatkan dan dikelola dengan baik dan pemanfaatannya tidak tepat sasaran dan tidak produktif, maka dipastikan Aceh tetap seperti ayam mati di lumbung padi. Karena ditengah kucuran dana otsus yang melimpah, tetapi kemiskinan dan pengangguran tetap tinggi," pungkasnya. [ftr/bna]

Share berita ini

dialeksis.com