DIALEKSIS.COM | Lhokseumawe - Kitab Suci Aceh kembali muncul di aplikasi Google Play Store baru-baru ini. Tentu munculnya kitab ini, sontak membuat masyarakat Aceh terkejut.
Sebelumnya, Kitab Suci Aceh sudah pernah ditutup atau diblokir di tahun 2020 lalu. Namun mencuatnya kitab suci ini lagi, sontak membuat masyarakat Aceh terganggu.
Menanggapi itu, Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ketua HMI Lhokseumawe-Aceh Utara, Muhammad Fadli mengatakan bahwa nama aplikasi itu tidak pantas sama sekali.
“Yang pertama sudah jelas disitu, dari diksi bahasanya lebih memojokkan atau memiliki misi tertentu yang namanya yaitu ‘Kitab Suci Aceh’. Sedangkan isi didalamnya terkait Taurat, Zabur dan Injil,” ujarnya kepada Dialeksis.com, Kamis (13/10/2022).
Lanjutnya, katanya, kita suci itukan berbasis agama seperti Islam, Hindu, dan sebagainya. “Sedangkan kita ketahui di dalam kitab tersebut tidak ada hal yang berbau keislaman, bahkan dimana di Aceh salah satu Provinsi yang menjadi barometer Islam di Indonesia, dimana bisa dikatakan 90 persen masyarakatnya merupakan umat islam, dan dimana Aceh juga berlaku Syariah Islam,” ungkapnya.
Ia menduga, kita suci Aceh ini memiliki misi tertentu dari diksi bahasa aplikasi ‘Kitab Suci Aceh’. “Kita sangat miris melihat judul ini, sangat tidak elok sekali aplikasi tersebut,” tegasnya.
Menurutnya, tidak perlu juga kitab Taurat, Zabur dan Injil di translate kedalam bahasa Aceh, karena mayoritas masyarakat di Aceh merupakan Umat Islam. “Yang perlu translate ini bagi masyarakat pedalaman yang awam, sedangkan masyarakat pedalaman Aceh juga mayoritas Islam,” ucapnya lagi.
Dirinya mengharapkan, pemerintah melalui Kominfo untuk dapat memblokir konten-konten/Aplikasi seperti ini yang sifatnya memecah belah umat, atau yang bisa mengganggu stabilitas politik dan keamanan negara.
“Ini sangat mencoreng nama Aceh. Untuk saat ini kita himbau masyarakat untuk me-report konten/aplikasi tersebut dalam menu pengaturan di aplikasi Playstore. Untuk saat ini hanya itu yang bisa kita lakukan, kita harapkan pemerintah segera mengambil langkah cepat,” pungkasnya. [ftr/bna]
Share berita ini