Mujiburrahman Pimpin ICMI Aceh, Zam Zam Mubarak Tegaskan Dukungan BARET

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Kepengurusan Majelis Pengurus Wilayah Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (MPW ICMI) Aceh periode 2026 - 2031 di bawah kepemimpinan Prof. Dr. Mujiburrahman, M.Ag., resmi disahkan. Ketua DPW Badan Reaksi Cepat ICMI Aceh, Zam Zam Mubarak, menyambut kepengurusan baru itu sekaligus menegaskan kesiapan BARET memperkuat gerakan kemanusiaan.

Zam Zam menilai, kepengurusan baru menjadi kesempatan untuk memperluas kontribusi cendekiawan muslim dalam menjawab kebutuhan masyarakat Aceh, termasuk melalui penanganan kebencanaan dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Atas nama DPW BARET ICMI Aceh, kami mengucapkan selamat dan sukses kepada Prof. Mujiburrahman beserta seluruh jajaran MPW ICMI Aceh. Ini adalah momentum baru untuk memperkuat peran cendekiawan muslim dalam membangun Aceh yang Islami, maju dan sejahtera,” kata Zam Zam Mubarak.

Pengesahan kepengurusan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Majelis Pengurus Pusat ICMI Nomor 041/SKO-P/ICMI/10/2026 yang ditetapkan di Jakarta pada 5 Oktober 2026. Keputusan itu ditandatangani Ketua Umum ICMI, Prof. Arif Satria, dan Sekretaris Jenderal Andi Yuliani Paris.

Dalam susunan pengurus inti, Mujiburrahman yang juga Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh didampingi Prof. Apridar sebagai sekretaris dan Fadhil Ilyas sebagai bendahara.

Jajaran wakil ketua diisi Safwan, Reza Idria, Ismed Nur Aj Hasan, Taufiq, Rajuddin, Illiza Sa’adudin Djamal, Naimah Hasan, Aisyah M. Ali, Dasni Husin, Tarmizi Daud, dan Muslim Zainuddin. Struktur tersebut turut diperkuat Dewan Pembina yang diketuai Wali Nanggroe Aceh, Dewan Penasihat di bawah Prof. Yusny Saby, serta Dewan Pakar yang dipimpin Safrizal Zakaria Ali.

Menurut Zam Zam, keterlibatan tokoh dari berbagai disiplin ilmu menjadi modal penting bagi ICMI Aceh. Keragaman keahlian itu diharapkan memperkuat kemampuan organisasi dalam menyumbangkan pemikiran bagi pembangunan daerah dan kepentingan umat.

Ia juga menyambut pembentukan lima koordinator wilayah. Langkah tersebut dinilainya strategis untuk memperluas jangkauan organisasi dan memperkuat koordinasi hingga ke berbagai kabupaten dan kota di Aceh.

Sejalan dengan penguatan organisasi itu, Zam Zam menegaskan komitmen BARET sebagai badan otonom ICMI untuk menjadi mitra strategis kepengurusan wilayah. Peran tersebut terutama diarahkan pada respons terhadap persoalan kebencanaan, kemanusiaan, dan lingkungan.

“DPW BARET ICMI Aceh sebagai Badan Otonom ICMI menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra strategis MPW ICMI Aceh. Kami adalah instrumen reaksi cepat. Ketika ada kebencanaan, kemanusiaan, dan isu-isu lingkungan, BARET ICMI akan selalu berada di garda terdepan,” tegasnya.

Tokoh pemuda Gayo itu berharap, di bawah kepemimpinan Mujiburrahman, ICMI Aceh semakin mampu menjembatani pemikiran ulama, umara, dan akademisi. Pertemuan gagasan tersebut diharapkan berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat perdamaian Aceh secara berkelanjutan. [*]

Share berita ini

dialeksis.com