Mualem Dilantik Jadi Waliyatul Ahdi, Ini Penjelasan Stafsus Wali Nanggroe

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Wali Nanggroe Aceh, Teungku Malik Mahmud Al Haythar melantik Muzakir manaf atau yang sangat akrab disapa Mualem dilantik sebagai Waliyatul Ahdi di Pendopo Wali Nanggroe, Lampeuneurut, Aceh Besar, Selasa (27/12/2022).

Ihwal pelantik dibenarkan oleh Staf Khusus Wali Nanggroe, Teuku Kamaruzzaman atau yang akrab disapa Ampon Man ketika dikonfirmasi Dialeksis.com, Selasa (27/12/2022). 

“Pertimbangan Muzakir Manaf itu ada tim pemilihannya. Kalau tidak salah dalam Qanun itu ada ‘Tuha Peut’. Tuha Peut yang terlibat dalam pemilihan Wilayatul ‘Ahdi,” sebutnya kepada Dialeksis.com, Selasa (27/12/2022).

[Foto: For Dialeksis]

“Yang saya ketahui ada kesesuaian dengan Wali Nanggroe atau chemistry,” sambungnya. 

Lanjutnya, dia menjelaskan, bahwa Waliyatul Ahdi bertugas mewakili Wali Nanggroe. “Tugasnya sama seperti Wakil Gubernur (Wagub). Jadi tugasnya mengerjakan tugas sama seperti Wali Nanggroe berdasarkan mandat dari Wali Nanggroe,” jelasnya. 

Lebih lanjut, Waliyatul Ahdi juga bisa menjadi salah satu calon Wali Nanggroe. “Wilayatul ‘Ahdi salah satu yang dapat dipertimbangkan oleh Tuha Peut, dalam pemilihan Wali Nanggroe juga itu langsung dipilih oleh Tuha Peut. Salah satu orangnya ya Wilayatul ‘Ahdi ini,” jelasnya. 


Dalam pelantikan tersebut, Wali Nanggroe Teungku Malik Mahmud Al Haythar mengatakan, lembaga Wali Nanggroe diatur dalam Qanun Nomor 10 Tahun 2019 perubahan kedua Qanun Nomor 8 tahun 2012.

Pada pasal 73 dalam Qanun itu dijelaskan, tentang proses pemilihan, pengusulan, penetapan dan pengukuhan Waliyatul ‘Ahdi yang diatur lebih lanjut dengan reusam Wali Nanggroe. “Jadi, mengenai Waliyatul ‘Ahdi ini telah ditetapkan Reusam Wali Nanggroe nomor 1 Tahun 2020.

Dalam reusam itu dijelaskan secara rinci kedudukan, fungsi, tugas dan wewenang yang diemban oleh Waliyatul “Ahdi,” kata Malik Mahmud.

Ia mengatakan, Waliyatul ‘Ahdi adalah Pemangku Wali Nanggroe, atau orang yang melaksanakan tugas, fungsi dan wewenang apabila dirinya (Sebagai Wali Nanggroe) tidak dapat melaksanakan tugas secara berkelanjutan atau berhalangan tetap. Kemudian lanjut, Waliyatul ‘Ahdi juga melaksanakan tugas yang didelegasikan oleh Wali Nanggroe. 

“Dengan dilantiknya Waliyatul Ahdi ini, saya yakin ke depan Wali Nanggroe akan lebih maksimal dalam melaksanakan tugas dan kewenangan, khususnya dalam implementasi MoU Helsinki,” ujarnya. [ftr/bna]

Share berita ini

dialeksis.com