DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Misi dagang antara Provinsi Jawa Timur (Jatim) dengan Nanggroe Aceh Darussalam mencatat transaksi Rp197,02 miliar.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan misi dagang hari ini berlangsung selama delapan jam di Banda Aceh.
“Misi dagang yang dilakukan Pemprov Jawa Timur ke berbagai provinsi itu adalah two way traffic program,” kata Khofifah kepada awak media usai membuka kegiatan misi dagang di Amel Convention Hall di Banda Aceh, Selasa (25/10/2022).
Kata dia, kedua provinsi sama-sama proaktif karena sejak awal proses pembahasan sektor apa saja yang akan masuk ke misi dagang serta pembicaraan perihal Memorandum of Understanding (MoU) itu cukup lama.
“Kemudian pertemuan secara virtual dengan trader dan buyer juga beberapa kali dilakukan sehingga jadilah misi dagang ini dilakukan,” ucapnya.
Khofifah menjelaskan, kegiatan misi dagang Ini akan menjadi penguatan ekonomi antar kedua provinsi dan juga peningkatan kolaborasi.
“Kami sebetulnya sudah melakukan format seperti ini di 26 provinsi di seluruh Indonesia maka Provinsi Aceh menjadi provinsi ke 27,” sebutnya.
Untuk itu, ia berharap masing-masing provinsi menemukenali potensi-potensi efektif yang bisa dijual, sehingga apa yang menjadi produk Aceh yang dibutuhkan oleh pelaku industri di Jawa Timur ini bisa lebih kuat lagi.
“Tujuan kegiatan hari ini adalah membangun penguatan di 2 provinsi ini tidak hanya sektor ekonomi tapi juga sektor SDM di ASN Jawa Timur dan Aceh,” pungkasnya.
Sementara itu, Penjabat Gubernur, Achmad Marzuki, dalam sambutan yang dibacakan Asisten I Sekda Aceh, M. Jafar, mengatakan pemerintah Aceh sangat menyambut baik kegiatan Misi Dagang oleh Pemerintah Jawa Timur tersebut.
“Harapan kita semoga jalinan kerjasama perdagangan antara Jawa Timur dengan Aceh dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada kedua pemerintah daerah ini, khususnya dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Jafar.
Jafar menyebutkan, pemerintah Aceh yakin langkah yang ditempuh pada misi dagang tersebut akan membuka ruang yang sangat luas, khususnya bagi pelaku bisnis dan usaha diantara kedua daerah. Selain itu, lanjut Jafar meminta agar momentum kegiatan misi dagang dan temu bisnis tersebut janganlah hanya menjadi acara seremonial belaka. Yang paling penting kata dia, adalah implementasi dari kerjasama ini ke depan. [NOR]
Share berita ini