Mantan Bupati Bener Meriah dan Pengurus Golkar Saling Lapor

DIALEKSIS.COM| Redelong- Saling lapor akibat penganiayan. Mantan Bupati Bener Meriah Ahmadi, dilaporkan ke polisi karena penganiayaan. Namun mantan bupati ini juga membuat laporan polisi dengan persoalan yang sama.

Ahmadi dilaporkan ke polisi Bener Meriah, karena melakukan penganiayaan terhadap Armizan, yang juga pengurus DPD II Golkar Bener Meriah. Laporan disampaikan Armizan, Sabtu (25/07/2026) malam.

Namun Mantan Bupati Bener Meriah Ahmadi juga membuat laporan, karena dia juga mengalami luka dibagian bibir akibat dipukul oleh dua orang dalam insiden tersebut.

Ada dua laporan Polisi di Polres Bener Meriah. Menurut Armizan laporanya disampaikan karena dia mengalami lembam pada bagian bibir kepala dan tangan, akibat pukulan mantan Bupati Bener Meriah. Kejadian itu ketika dia datang ke kantor DPD Golkar Bener Meriah, di Kawasan Bale Atu untuk mengikuti rapat musyawarah , Sabtu (25/07/2026).

Menurut Mizan, tidak lama kemudian datang pelaku penganiayaan yang menyebutkan bahwa pelapor telah telah mempitnah terlapor. Terjadilah pemukulan terhadap korban. Akibat pukulan itu korban mengalami lebam pada bagian kepala dan tangan.

“Saya tidak menduga sama sekali atas kejadian ini, karena saya tidak punya masalah denganya. Saya dituduh memfitnah dirinya. Kasus ini tidak berkaitan dengan internal Golkar,” kata Armizan kepada awak media.

“Saya datang seperti biasa untuk mengikuti rapat. Saya sempat duduk di depan beliau sebelum kejadian itu berlangsung,” jelas Mizan. 

Kemudian Ahmadi menuduh dirinya telah memfitnahnya dan menyampaikan kepada ketua Golkar Bener Meriah Mohd Amin. Persoalan fitnah ini tidak ada hubunganya dengan Golkar, merupakan persoalan pribadi.

Kemudian terlapor memukulnya bertubi-tubi, tanpa diberikan kesempatan untuk menjelaskan persoalan yang dituduhkan itu, sebut Armizan.

Akibat pukulan itu, Armizan mengakui dirinya mengalami luka memar pada bagian kepala, tangan, dan bibir. Dampaknya dia memilih jalur hukum resmi untuk menyelesaikan persoalan pemukulan ini.

Walau sebelumnya ketua DPD Golkar Bener Meriah Mohd Amin sudah memediasi persoalan itu untuk upaya damai, namun tidak membuahkan hasil.

Bukan hanya Armizan yang membuat laporan polisi, Ahmadi juga dalam keteranganya kepada media membuat laporan, karena dia juga menjadi korban yang sama pada insiden itu. Ia mengaku mengalami luka pada bagian bibir akibat dipukul oleh dua orang dan telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bukit.

"Saya juga korban. Bibir saya pecah dipukul dua orang. Mereka juga sudah saya laporkan ke Polsek Bukit kemarin," ujar Ahmadi saat dikonfirmasi  media.

Ahmadi juga tidak membantah telah memukul Armizan. Menurutnya, tindakan itu terjadi karena dirinya terpancing emosi ketika meminta penjelasan terkait dugaan fitnah yang ditujukan kepadanya.

"Dia terus ngeyel. Saya khilaf hingga memukulnya. Setelah itu, tiba-tiba dua orang memukul saya," katanya. 

Polisi kini menangani kedua laporan tersebut dan akan mendalami keterangan para pihak untuk mengungkap secara utuh peristiwa yang terjadi di Kantor DPD II Partai Golkar Bener Meriah itu.

“Benar laporanya sudah diterima,” kata Kasat Reskrim Polres Bener Meriah, Iptu Julpandi, menjawab media.




Share berita ini

dialeksis.com