DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) diluncurkan oleh Nadiem A. Makarim, BA, MBA Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi pada tahun 2020.
Dalam rilis yang diterima Dialeksis.com, Kamis (24/11/2022), kegiatan ini bertujuan untuk memberikan hak bagi mahasiswa untuk belajar di luar prodi dapat berupa magang atau kerja praktek di instansi pemerintah, industri atau organisasi. Sehingga dapat meningkatkan kompetensi lulusan baik soft sklill maupun hard skill.
Kegiatan MBKM yang dilaksanakan Program Studi Teknik Geologi Universitas Syiah Kuala (PSTGL USK) bekerja sama dengan Dinas Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Aceh dimulai pada awal Oktober 2022.
Mahasiswa yang meingikuti kegiatan ini sebanyak 7 orang yaitu Misbahul Ummy, M. Faris, Ary Juniansyah, Putri Zawil Marhammah, Riski Dinda Rahayu, Nadia Anjani dan Dinda Khalisah.
Di Dinas ESDM Aceh mahasiswa diberikan pengetahuan yang cukup terkait mata kuliah-mata kuliah ekivalensi MBKM yang diikuti khususnya pada bidang minyak dan gas bumi.
Untuk mata kuliah yang berkenaan geologi ekonomi mahasiswa berkesempatan mengkikuti proses evaluas tender Wilayah Kerja Melaboh dan Wilayah Kerja Singki.
Mahasiswa juga diberikan tugas-tugas berkenaan mata kuliah ekivalensi dan kemudian diminta untuk mempresentasikannya. Presentasi yang disampaikan terkait kimia air tanah dengan meggunakan diagram Piper dan diagram stiff.
[Foto: For Dialeksis]
Stratigrafi dan litologi pada wilayah prospek Arun Overburden (AOB) dan Rayeu berdasarkan data sumur migas juga turut dipaparkan sebagai pemahaman awal mahasiswa sebelum melaksanakan praktek lapangan eksplorai seismik 3D di Wilayah Kerja PT. Pema Global Energi. Mahasiswa juga diberikan pengetahuan tentang potensi ‘over pressure’ di North Sumaera Basin yang dapat menjadi kendala pada saat pemboran dilakukan.
Dalam rangka memperkaya wawasan dan pengalaman mahasiswa di lapangan, maka Dinas ESDM memfasilitasi mereka untuk mengikuti kegiatan eksplorasi seismik yang dilaksanakan oleh PT. Pema Global Energi (PGE) dan PT. Gelombang Seismik Indonesia (GSI) di Aceh Utara. Kegiatan ini dilaksanakan mulai tgl 14 November 2022 selama 2 minggu.
Kegiatan yang diikuti terdiri dari survei seismik, kehumasan, pengukuran topografi, bridging, teori dan desain 3D serta pengenalan alat recording juga pengenalan vibroseis dan teori processing.
Mahasiswa juga diberikan kesempatan mengunjugi Cluster-IV PT. PGE yang merupakan pusat pemprosesan gas dan kondensat dari cluster-cluster lain dilakukan sebelum di kirim ke Poin B di Kota Lhokseumawe. []
Share berita ini