DIALEKSIS.COM | Jakarta - Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki terus melakukan pembenahan terkait berbagai hal di Aceh, mulai dari bidang pertanian, ketenagakerjaan, beasiswa, pengobatan gratis, penyediaan Asrama Mahasiswa Aceh di Jakarta, hingga investasi dan pembangunan berkelanjutan di Aceh.
Hal tersebut disampaikan Pj. Gubernur Aceh saat menjamu perwakilan pemuda dan mahasiswa Aceh di kediaman Pj. Gubernur, Kamis, 20 Oktober 2022.
Koordinasi Mahasiswa Aceh Jakarta Badruddin menyebutkan ada beberapa hal dibahas dalam agenda tersebut diantaranya; Kondisi Aceh Terkini Mencakup Ekonomi, Politik dan Sosial Kemasyarakatan.
"Kontribusi Pemikiran Mahasiswa Aceh untuk Pemerintah Aceh mencakup Perbaikan Ekonomi, Politik dan Sosial Kemasyarakatan, Penyediaan Rumah Singgah untuk Mahasiswa Aceh (Asrama Mahasiswa Aceh Jakarta), Pemerintah Aceh harus memperhatikan Pendidikan Mahasiswa Aceh," sebutnya kepada Dialeksis.com, Sabtu (22/10/2022).
Lanjutnya, Pelaksanaan Kongres Mahasiswa Aceh Se-Pulau Jawa di Jakarta, Konsep Pemberantasan Kemiskinan dan Peningkatan Ekonomi untuk Masyarakat Aceh, Pembukaan Lapangan Kerja untuk Masyakarat Aceh.
Kemudian, lanjutnya lagi, Pengurangan Angka Penggaruan di Aceh, Peningkatan Promosi Wisata Aceh ke Manca Negara, Penunjukkan Duta Mahasiswa Aceh di Jakarta sebagai simbol pemersatu Mahasiswa Aceh di Pulau Jawa, Perpanjangan Masa Dana Otsus Aceh selama-lamanya, Peningkatan SDM Aceh melalui pendidikan dan kewirausahaan dan Pengobatan Gratis untuk masyarakat Aceh yang berobat ke Jakarta.
Sementara itu, Achmad Marzuki mengatakan, peningkatan sumber daya manusia (SDM) Aceh menjadi hal penting yang saat ini tengah terus diupayakan oleh pemerintah Aceh, salah satunya memberikan pembekalan keahlian kepada warga miskin di Aceh.
Sementara, terkait dengan beasiswa Tahun 2023 untuk Mahasiswa Aceh yang saat ini menjalani pendidikan termasuk yang berada di Jakarta, Pj. Gubernur Achmad Marzuki menyampaikan akan mengkaji dan mempelajari khusus untuk kebijakan selanjutnya dengan anggaran yang tersedia, sesuai dengan peraturan yang berlaku.
“Namun, tahun 2022 ini Pemerintah Aceh hanya memiliki beasiswa lanjutan dan beasiswa Diploma Kerja sama untuk anak tidak mampu, yatim/piatu dan korban konflik untuk kuota 200 orang di 23 kabupaten/kota,” jelasnya.
Pun demikian, Pj. Gubernur Aceh meminta kepada mahasiswa Aceh yang ada di Jakarta untuk tidak berputus asa. Pj. Gubernur Aceh yakin pada 2023 nanti BPSDM Aceh akan menyesuaikan anggaran beasiswa dengan anggaran yang tersedia dengan tetap mengikuti seleksi yang telah ditentukan. []
Share berita ini