DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Ketua Pengurus Daerah Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Aceh, M. Nasir, S.IP., M.P.A., mengajak seluruh keluarga besar Kagama Aceh berpartisipasi dalam gerakan kemanusiaan untuk membantu masyarakat Desa Sade, Nusa Tenggara Barat, yang terdampak musibah kebakaran.
Ajakan itu disampaikan M. Nasir sebagai dukungan terhadap gerakan “Kagama NTB Peduli: Aksi Solidaritas dan Bakti Sosial untuk Desa Sade” yang digagas Kagama NTB.
“Musibah yang menimpa masyarakat Desa Sade merupakan duka kita bersama. Saya mengajak seluruh keluarga besar Kagama Aceh untuk mengambil bagian dalam gerakan kemanusiaan ini, sesuai kemampuan masing-masing,” kata M. Nasir kepada Dialeksis, Jumat (28/8/2026).
Menurutnya, semangat kekeluargaan Kagama tidak dibatasi oleh wilayah. Ikatan sebagai sesama alumni, kata dia, harus diwujudkan melalui kepedulian ketika masyarakat di suatu daerah menghadapi kesulitan.
“Kagama bukan hanya ruang berhimpun para alumni, melainkan juga rumah pengabdian. Ketika saudara-saudara kita menghadapi musibah, rasa persaudaraan itu harus hadir dalam bentuk tindakan nyata,” ujarnya.
M. Nasir mengatakan masyarakat Aceh memiliki pengalaman panjang menghadapi bencana. Pengalaman tersebut telah menumbuhkan kesadaran bahwa bantuan sekecil apa pun sangat berarti bagi warga yang sedang berusaha bangkit.
Ia mengarahkan jajaran pengurus dan anggota Kagama Aceh untuk ikut menyumbangkan dana maupun barang yang dibutuhkan. Alumni yang belum dapat memberikan bantuan secara langsung juga dapat berpartisipasi dengan menyebarluaskan informasi penggalangan bantuan tersebut.
“Tidak perlu menunggu memiliki kelebihan untuk berbagi. Yang terpenting adalah keikhlasan dan kebersamaan. Ada yang membantu dengan dana, barang, tenaga, jaringan, maupun menyampaikan informasi kepada pihak lain. Seluruh bentuk kepedulian itu sangat berarti,” kata M. Nasir.
Kagama NTB menggalang dua gerakan bakti sosial. Pertama, program Tanggap Darurat Sade, yang difokuskan untuk menghimpun dan menyalurkan kebutuhan harian mendesak bagi masyarakat terdampak kebakaran.
Kedua, program Resiliensi Budaya Bersama, yakni keterlibatan Kagama NTB bersama tim Pengurus Pusat Kagama dan Pemerintah Provinsi NTB dalam proses pembangunan kembali Desa Sade dengan mengedepankan ketahanan budaya.
M. Nasir menilai pembangunan kembali kawasan terdampak tidak cukup hanya memulihkan bangunan fisik. Identitas, kearifan lokal, serta ruang hidup masyarakat Desa Sade juga harus dijaga.
“Desa Sade memiliki nilai budaya yang penting. Karena itu, pemulihannya perlu dilakukan secara hati-hati agar masyarakat dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak tanpa kehilangan identitas dan warisan budayanya,” tuturnya.
Bantuan dapat disalurkan dalam bentuk barang maupun dana melalui Bank Syariah Indonesia (BSI) Mataram, nomor rekening 1048774519 atas nama Kagama NTB. Konfirmasi bantuan dapat dilakukan melalui narahubung dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A., MPH., pada nomor WhatsApp 0812-3688-7003.
M. Nasir berharap partisipasi keluarga besar Kagama Aceh dapat meringankan beban masyarakat Desa Sade sekaligus memperkuat solidaritas antardaerah.
“Mari kita tunjukkan bahwa dari Aceh, kepedulian dapat menjangkau saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Barat. Solidaritas adalah kekuatan yang membuat masyarakat mampu bertahan, bangkit, dan menata kembali kehidupan setelah bencana,” pungkasnya. [ra]
Share berita ini