DIALEKSIS.COM | Meulaboh - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat terus memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat melalui peningkatan sarana dan prasarana di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh.
Bupati Aceh Barat Tarmizi, S.P., M.M., meresmikan sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan baru di RSUD Cut Nyak Dhien, Gampong Drien Rampak, Kecamatan Johan Pahlawan, Senin (17/8/2026).
Peresmian tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Aceh Barat Said Fadheil, S.H., Kapolres Aceh Barat AKBP Agus Sulistianto, S.H., S.I.K., unsur TNI, jajaran pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dunia usaha serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Fasilitas yang diperkuat dan diresmikan meliputi Unit Kateterisasi Jantung (Cath Lab), ICU Jantung berkapasitas empat tempat tidur, gedung baru Unit Gawat Darurat (UGD), ruang rawat inap Gedung II, serta dua unit ambulans.
Bupati Aceh Barat Tarmizi mengatakan pengembangan fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan RSUD Cut Nyak Dhien dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Menurutnya, sepanjang Januari hingga Juni 2026 terdapat sekitar 4.800 pasien jantung yang mendapatkan pelayanan di rumah sakit tersebut. Dari jumlah itu, sekitar 30 persen masih harus dirujuk ke luar daerah karena keterbatasan fasilitas penanganan.
Dengan mulai beroperasinya Cath Lab dan diperkuatnya ICU Jantung, kemampuan rumah sakit dalam menangani pasien penyakit jantung diharapkan semakin meningkat sehingga kebutuhan rujukan ke luar daerah dapat ditekan.
“Pembenahan RSUD Cut Nyak Dhien ini kita lakukan melalui kolaborasi berbagai pihak agar rumah sakit semakin mampu menjadi pilihan dan rujukan masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan,” ujar Tarmizi.
Selain layanan jantung, peningkatan juga dilakukan pada sektor kegawatdaruratan. Kapasitas UGD yang sebelumnya hanya 15 tempat tidur kini bertambah menjadi 25 tempat tidur.
Rumah sakit juga memperoleh tambahan 56 tempat tidur untuk ruang perawatan sehingga kapasitas pelayanan rawat inap dapat ditingkatkan.
Kepala RSUD: Pelayanan Harus Cepat dan Humanis
Direktur RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh dr. Akbar Siregar, Sp.PD., mengatakan pengembangan sarana dan prasarana merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.
Ia menegaskan peningkatan fasilitas tidak hanya berorientasi pada kelengkapan peralatan, tetapi juga harus dibarengi dengan kualitas pelayanan.
“Pelayanan harus cepat, tepat, modern dan tetap mengedepankan sisi humanis,” kata Akbar.
Salah satu fasilitas yang menjadi perhatian utama adalah Cath Lab yang mulai difungsikan pada 2026. Kehadiran fasilitas tersebut memungkinkan pasien dengan gangguan jantung memperoleh penanganan dan intervensi kardiologi di Aceh Barat tanpa harus langsung dirujuk ke rumah sakit di luar daerah.
Penguatan fasilitas RSUD Cut Nyak Dhien juga mendapat dukungan dari PT Mifa Bersaudara melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR dengan nilai sekitar Rp9,6 miliar.
Dana tersebut antara lain dimanfaatkan untuk renovasi gedung Instalasi Rawat Jalan, pengadaan peralatan kesehatan IGD, perlengkapan rawat inap dan ICU, peralatan ruang tindakan serta dua unit ambulans.
Kapolres Aceh Barat Apresiasi Penguatan Layanan Kesehatan
Kapolres Aceh Barat AKBP Agus Sulistianto mengapresiasi langkah pemerintah daerah, manajemen RSUD Cut Nyak Dhien dan pihak swasta yang berkolaborasi meningkatkan fasilitas kesehatan masyarakat.
Menurutnya, bertambahnya fasilitas pelayanan kesehatan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat karena akses terhadap layanan yang dibutuhkan menjadi semakin dekat.
“Peningkatan fasilitas kesehatan tentu menjadi kabar baik bagi masyarakat. Dengan layanan yang semakin lengkap, masyarakat memiliki akses yang lebih dekat terhadap pelayanan kesehatan yang dibutuhkan,” ujar AKBP Agus.
Kapolres menilai peningkatan sarana kesehatan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pelayanan.
Kecepatan, profesionalisme serta sikap humanis, kata dia, menjadi unsur penting agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang tidak hanya lengkap, tetapi juga nyaman dan terpercaya.
“Pelayanan publik yang baik membutuhkan sinergi semua pihak. Polres Aceh Barat akan terus membangun komunikasi dan sinergi dengan pemerintah daerah serta seluruh stakeholder untuk mendukung pelayanan masyarakat,” katanya.
AKBP Agus juga menegaskan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif menjadi salah satu faktor pendukung optimalnya pelayanan kesehatan.
Karena itu, Polres Aceh Barat berkomitmen menjaga keamanan di lingkungan pelayanan publik sehingga tenaga kesehatan dapat menjalankan tugas dengan baik dan masyarakat merasa aman serta nyaman.
“Polri siap mendukung berbagai upaya yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami akan terus menjaga situasi kamtibmas agar aktivitas pelayanan publik, termasuk pelayanan kesehatan, dapat berjalan aman dan lancar,” ujar Kapolres.
Peresmian fasilitas ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Aceh Barat. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan langsung sejumlah fasilitas yang telah ditingkatkan.
Pengembangan RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh tersebut menjadi momentum penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, dunia usaha dan tenaga kesehatan dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin lengkap, dekat dan berkualitas bagi masyarakat Aceh Barat. *]
Share berita ini