Konsep Smart Village Kemendes Kini Telah Hadir di Aceh

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Untuk mewujudkan Indonesia yang maju di masa depan, desa-desa perlu punya kemampuan dalam memanfaatkan teknologi informasi. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) punya konsep untuk mewujudkan desa yang cerdas (Smart village). 

Konsep desa cerdas akan mengubah desa-desa di Indonesia menjadi lebih siap menyongsong masa depan. Internet adalah sarana untuk mencapai kemajuan tersebut.

Demikian disampaikan Sekretaris Badan Pengembangan dan Informasi Desa Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Kemendes DTT, Ir Razali Ar, MSi saat diwawancarai Dialeksis.com, Sabtu (26/11/2022). 

Untuk Provinsi Aceh, kata Razali, ada sebanyak 45 gampong di Aceh masuk dalam Program Desa Cerdas atau Smart Village yang dilaksanakan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, pada tahun 2022.

Dari 45 Gampong Cerdas percontohan di Aceh ini, sebanyak 20 gampong berada di Kabupaten Bireuen, 15 gampong di Aceh Timur, dan 10 gampong di Kabupaten Bener Meriah.


“Gampong itu yang dipilih berdasarkan kriteria. Misal, perangkat desanya (kades) bersemangat untuk mentransformasi desanya menjadi desa IT. Kedua gampong itu mempunyai jangkauan internet, ada listriknya, dan ada aktifitas ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Sebagai putra asli Aceh, Razali langsung mengantarkan 4 Duta Digital untuk Kabupaten Bireuen yang diserahkan kepada Pj Bupati Bireuen, Aulia Sofyan, di Kantor Bupati Bireuen, Kamis (24/11/2022) sore. 

“Setiap satu orang duta digital akan membina, membimbing 5 desa, jadi seperti di Bireuen ada 20 desa maka duta digitalnya 4 orang,” jelasnya. 

Lanjutnya, duta digital dipilih setelah mengikuti rangkaian seleksi secara online hingga akhirnya diantar ke daerah masing-masing untuk bertugas. 

Menurutnya, membangun konsep desa cerdas ini harus ada jejaring dan kolaborasi dengan Pemda, pihak swasta terkait, ormas yang bergerak bidang IT, asosiasi yang fokus kepada pemberdayaan pemerintahan desa dan lain-lain. 


“Jadi ini saling bergotong royong nanti dirajut kolaborasi ini oleh duta digital ini. Bisa saja Apdesi terlibat, nanti oleh duta ini akan menilai lembaga mana saja yang dibutuhkan untuk mengembangkan konsep desa cerdas ini,” jelasnya lagi. 

Lebih lanjut, kata Razali, duta digital ini digaji oleh Kemendes. Kemudian masing-masing desa akan diangkat 1 kader digital, dipilih sesuai kriteria yang diberikan oleh kepala desanya. 

“Kader ini nanti akan dibimbing oleh Duta digital, masing-masing desa juga akan dibangun ruang komunitas digital,” terangnya. 

Razali menyampaikan, program desa cerdas ini dilakukan pendampingan oleh Kemendes selama 2 tahun setelah itu akan dilanjutkan oleh Pemda setempat. Diharapkan ini bisa berjalan dengan sempurna. (Nor)

Share berita ini

dialeksis.com