DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pendidikan demokrasi tidak harus menunggu seseorang memiliki hak pilih dalam pemilihan umum. Nilai-nilai demokrasi justru dapat ditanamkan sejak bangku sekolah, salah satunya melalui pemilihan ketua dan wakil ketua organisasi siswa.
Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) atau Pemilos 2026 di MAN 3 Banda Aceh, Jumat (23/10/2026). Kegiatan yang berlangsung dalam rangkaian Peukan Raya 2026 itu menjadi salah satu sarana bagi siswa untuk mengenal praktik demokrasi secara langsung.
Ketua Divisi Perencanaan dan Data KIP Kota Banda Aceh, Yusri Razali, mengajak para siswa memanfaatkan pemilihan OSIM sebagai kesempatan belajar menjadi pemilih yang bertanggung jawab sekaligus agen demokrasi di lingkungan masing-masing.
Melalui Pemilos, siswa dapat memahami bahwa memilih pemimpin bukan sekadar memberikan suara kepada calon yang dikenal atau populer. Pilihan perlu didasarkan pada pertimbangan terhadap visi, misi, gagasan, dan kesediaan calon untuk menjalankan amanah.
Proses tersebut juga mengajarkan pentingnya menghormati hak orang lain. Setiap siswa memiliki kebebasan menentukan pilihan, sementara perbedaan dukungan merupakan hal yang wajar dalam demokrasi. Persaingan ant calon tidak semestinya merusak persahabatan atau menimbulkan perpecahan di lingkungan madrasah.
Demokrasi, dengan demikian, tidak berhenti pada proses pemungutan suara. Sikap menerima hasil pemilihan, menghormati keputusan bersama, dan tetap memberikan dukungan terhadap kepentingan organisasi merupakan bagian penting dari pembelajaran tersebut.
Bagi siswa yang terpilih sebagai Ketua dan Wakil Ketua OSIM, kepercayaan yang diberikan melalui pemilihan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Mereka dituntut mampu mendengarkan aspirasi teman-temannya, menyusun program yang bermanfaat, dan mengutamakan kepentingan bersama.
Sementara itu, siswa yang belum terpilih tetap memiliki ruang untuk berkontribusi. Dalam kehidupan demokratis, keterlibatan seseorang tidak ditentukan oleh jabatan yang dimiliki, melainkan juga oleh kesediaannya mengambil bagian dalam kegiatan dan kepentingan bersama.
Pemilos 2026 dibuka oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kota Banda Aceh, Syafruddin, S.Ag. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala MAN 3 Banda Aceh, Dr. Junaidi Ibas, S.Ag., M.Si., serta Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Ar-Raniry, Prof. Habiburrahim, S.Ag., M.H.R.M., Ph.D., yang hadir mewakili Komite MAN 3 Banda Aceh.
Pelaksanaan pemilihan OSIM dalam rangkaian Peukan Raya 2026 menjadi bagian dari upaya membangun pemahaman demokrasi melalui pengalaman langsung. Di lingkungan sekolah, siswa dapat belajar mengenai partisipasi, kejujuran, integritas, serta penghormatan terhadap perbedaan tanpa harus menunggu terlibat dalam pemilihan umum.
Pengalaman tersebut penting bagi generasi muda yang kelak akan menjadi pemilih dalam menentukan arah kepemimpinan di tingkat daerah maupun nasional. Pemahaman demokrasi yang dibangun sejak dini diharapkan tidak hanya mendorong partisipasi dalam pemilihan, tetapi juga membentuk sikap kritis dan bertanggung jawab sebagai warga negara.
Melalui kegiatan ini, KIP Kota Banda Aceh mendorong siswa untuk menjadi agen demokrasi yang dimulai dari lingkungan terdekat. Menghargai perbedaan pilihan, bersikap jujur, dan menerima hasil keputusan bersama merupakan praktik sederhana yang dapat membentuk budaya demokrasi yang sehat di masa depan. [*]
Share berita ini