Kemenkes Keluarkan Intruksi Setop Jual Obat Sirup

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Puluhan anak ada di Gambia, Afrika Barat meninggal dunia usai mengalami gagal ginjal akut yang diduga akibat sirup Paracetamol.

Berdasarkan laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sirup yang dimaksud adalah empat obat batuk buatan Maiden Pharmaceuticals, India. 

Adapun obat tersebut rupanya mendapatkan izin untuk diekspor ke luar negara India. Sejauh ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menginstruksikan seluruh apotek yang beroperasi di Indonesia untuk sementara ini tidak menjual obat bebas dalam bentuk sirup kepada masyarakat.

Instruksi tersebut dikeluarkan Kemenkes sebagai kewaspadaan atas temuan gangguan ginjal akut progresif atipikal yang mayoritas menyerang usia anak di Indonesia. 

Ketetapan itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor SR.01.05/III/3461/2022 tentang Kewajiban Penyelidikan Epidemiologi dan Pelaporan Kasus Gangguan Ginjal Akut Atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury) Pada Anak yang diteken oleh Plt Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Murti Utami pada Selasa (18/10).


Puluhan anak di Gambia meninggal dunia karena gagal ginjal akut 

Dikutip dari DW, terdapat tiga anak yang meninggal dunia pada akhir pekan lalu akibat cedera ginjal akut usai minum sirup Paracetamol. Diketahui jumlah kematian yang diduga disebabkan obat sirup tersebut meningkat menjadi 69 anak.

Pihak Gambia juga melaporkan, sebanyak 81 anak masih menjalani perawatan di rumah sakit berjuang untuk hidup mereka. 

Berdasarkan analisis laboratorium WHO, dilaporkan ditemukan bahan berbahaya seperti dietilen glikol dan etilen glikol yang terkandung dalam obat batuk tersebut. Kandungan bahan itu bisa menyebabkan gagal ginjal akut.

WHO juga menyatakan zat-zat itu beracun bagi manusia dan bisa berakibat fatal. Efek racunnya dapat mencakup sakit perut, muntah, diare, ketidakmampuan untuk buang air kecil, sakit kepala, perubahan kondisi mental dan cedera ginjal akut yang dapat menyebabkan kematian.


Himbauan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Perwakilan Aceh

Ketua IAI Perwakilan Aceh, Tedy Kurniawan Bakri menghimbau masyarakat agar tidak mengkonsumsi obat jenis sirup untuk saat ini. 

“Sejauh ini sudah ada himbauan kepada Apotik dan Rumah Sakit untuk tidak menyalurkan obat jenis sirup kepada masyarakat, jadi dialihkan dengan obat tablet,” ujarnya kepada Dialeksis.com, Rabu (19/10/2022).

Dirinya mengatakan, untuk penggunaan obat tablet nantinya akan dialihkan ke tablet. Untuk anak-anak nantinya bisa digerus agar dapat dikonsumsi sesuai dengan resep atau disesuaikan dosisnya sesuai kebutuhan pasiennya.

Dia menjelaskan, peristiwa gagal ginjal akut sampai meninggal dunia berawal di negara Afrika Barat tepatnya di Gambia. “Setelah ditelusuri karena adanya kandungan berbahaya di obat Paracetamol dietilen glikol dan etilen glikol,” jelasnya.

Beberapa hari lalu, Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) merilis bahwa obat-obatan bermasalah di Gambia itu tidak ada di Indonesia. Namun, disini patut dicurigai kandungan dari dietilen glikol dan etilen glikol itu dikhawatirkan juga ada di obat-obatan yang ada di Indonesia. 


“Inilah kenapa Kemenkes mengantisipasi dengan cara memberikan peringatan dengan cara tidak diperjualbelikan dulu obat jenis sirup karena sedang dalam pemeriksaan kandungan dietilen glikol dan etilen glikol,” jelasnya.

“IAI dalam hal ini sudah berkoordinasi dengan Kemenkes dengan mengambil langkah penggunaan Paracetamol sirup tidak diperjualbelikan di seluruh apotik dan rumah sakit,” tambahnya.

Sedangkan penggunaan sirup lainnya, lanjutnya, dalam kondisi waspada atau hati-hati penggunaannya. “Ini merupakan langkah antisipasi yang dilakukan yang diinstruksikan kepada teman apoteker dan yang ada di rumah sakit untuk dapat beralih ke tablet, sembari menunggu hasil evaluasi dari BPOM,” ucapnya.

Tedy menyampaikan kepada masyarakat tidak perlu panik dan khawatir. “Teman-teman kita apoteker sudah memahami kondisi permasalahan kasus dietilen glikol dan etilen glikol,” tukasnya.

Dia menyebutkan, di Aceh sendiri sudah tidak menjual lagi Paracetamol sirup, klinik, Rumah Sakit juga sudah dihentikan. “Sejauh ini juga sedang dilakukan pendataan terhadap keluhan-keluhan yang mirip terjadi di Afrika atau gejala-gejala gagal ginjal akut,” pungkasnya.


Ciri-ciri gejala gagal ginjal akut 

Tedy menyebutkan, adapun ciri-ciri gejala gagal ginjal akut ini diantaranya sulit buang air kecil, warna air urine berwarna gelap, demam dan muntah. “Itu merupakan gejala-gejala gagal ginjal,” sebutnya. 

Dikutip dari alodokter.com, Rabu (19/10/2022), adapun ciri-ciri gagal ginjal akut sebagai berikut:

  1. Jumlah urine dan frekuensi buang air kecil berkurang
  2. Pembengkakan di tungkai (edema) akibat penumpukan cairan
  3. Sesak napas
  4. Tubuh mudah lelah
  5. Gangguan irama jantung
  6. Nyeri atau sensasi tertekan di dada
  7. Napas berbau tidak sedap
  8. Ruam atau rasa gatal di kulit
  9. Hilang nafsu makan
  10. Mual dan muntah
  11. Demam
  12. Sakit di perut dan punggung
  13. Tremor di tangan
  14. Nyeri atau pembengkakan di sendi
  15. Kejang
  16. Koma
[ftr/bna]


Share berita ini

dialeksis.com