DIALEKSIS.COM | Kutacane - Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) terjadi di SPBU Desa Kuning I, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara, pada Jumat (17/7/2026). Kondisi tersebut menyebabkan masyarakat kesulitan memperoleh BBM dan mengganggu berbagai aktivitas sehari-hari.
Sejak waktu Asar, antrean kendaraan roda dua maupun roda empat mulai memadati area SPBU untuk mendapatkan BBM. Antrean terus bertambah hingga malam hari. Sejumlah warga mengaku baru berhasil memperoleh BBM setelah menunggu berjam-jam, yakni sekitar pukul 21.00 hingga 22.00 WIB.
Salah seorang warga, Abdurrahman, mahasiswa UIN Ar-Raniry, mengatakan bahwa kelangkaan BBM telah berdampak langsung terhadap mobilitas masyarakat.
"Kelangkaan BBM membuat masyarakat resah. Kami harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan BBM. Kondisi ini menghambat aktivitas masyarakat, terutama bagi pekerja, pelaku usaha, dan warga yang bergantung pada kendaraan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," ujarnya kepada dialeksis, Jumat (17/7/2026).
Selain menghambat mobilitas, keterbatasan pasokan BBM juga berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat. Pelaku usaha, petani, pedagang, serta jasa transportasi mengalami kesulitan menjalankan aktivitas akibat terbatasnya ketersediaan bahan bakar.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti kelangkaan BBM belum diketahui. Namun, berdasarkan informasi yang berkembang, kondisi serupa juga dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah di Pulau Sumatra.
Masyarakat berharap pemerintah bersama instansi terkait segera memastikan penyebab kelangkaan, mempercepat distribusi pasokan BBM ke SPBU, serta melakukan pengawasan agar kebutuhan bahan bakar masyarakat segera terpenuhi dan aktivitas dapat kembali berjalan normal. [*]
Share berita ini