DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Ketua Prodi PIAUD September 2018-September 2022 UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Dra Jamaliah Hasballah sebut parenting sebelum menikah harus dicapai semaksimal mungkin, tanggung jawab membesarkan anak yang baik dan cerdas tumbuh dari ayah dan ibu yang baik dan cerdas pula.
Hal tersebut diungkapkan karena mengingat Mahkamah Syari'ah (MS) Aceh mencatat angka gugatan perceraian di Aceh mencapai 6.823 perkara terhitung sejak Januari hingga Oktober 2022 yang didominasi gugatan cerai oleh istri terhadap suami.
Jamaliah menyampaikan, kalau berkata jujur, semua orang menginginkan anak keturunannya yang sehat, cerdas, sukses yakni berbahagia di dunia sampai akhirat, menghargai, dan memuliakan orang tua, baik dalam bersikap dengan siapa pun dan kapan pun.
Semua itu akan dicapai dengan usaha yang maksimal dan doa yang maksimal juga. Lanjutnya, calon ayah dan ibu harus betul-betul memahami bahwa, akad nikah itu berarti ia berdua, terutama suami akan terus berusaha untuk selalu siap mengemban tanggung jawab yang diserahkan oleh wali isterinya dan bersiap-siap untuk menunggu kedatangan buah hatinya yang akan diperlakukan sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah Saw.
Ia juga menyebut, sebelum akad nikah, calon mempelai laki-laki dan perempuan sebaiknya cek kesehatan dulu secara menyeluruh. Itu bisa di puskesmas daerah di mana ia tinggal, cek kesehatan itu gratis, tujuannya supaya bagi kedua belah pihak dalam keadaan aman dan sehat.
"Jangan belum apa- apa setelah menikah sudah menanggung malapetaka, karena pasangan mengidap penyakit berbahaya," ucapnya saat diwawancarai Dialeksis.com, Sabtu (17/12/2022).
Tidak hanya itu, mempersiapkan parenting yg baik juga tidak bisa simsalabim, semuanya butuh waktu bagi calon ayah dan ibu. Harus ada itikad baik dan keinginan luhur untuk memperbaiki keturunan.
Bagaimana caranya? Tutur Jamaliah, caranya terus belajar untuk memperdalam ilmu agama dan ilmu- ilmu yang bermanfaat lainnya. Karena tidak ada kata terlambat untuk memperoleh ilmu.
Ia melihat, kebiasaan calon orang tua akan mempraktekkan apa yang dirasakan dulu ketika berada dalam pengayoman orang tuanya (keluarganya), karena hal itu sudah terpola dalam hidupnya sejak kecil, disadari atau tidak hal itu akan terjadi, karena sudah terinternalisasi dalam dirinya, dan menjadi roll model dalam hidupnya.
Tambahnya, maka Rasulullah Saw. bersabda" Menikahlah dengan orang yang dibesarkan dalam lingkungan yang baik (beragama dan selalu menjalankan syariat agamanya dan berakhlak terpuji".
Meskipun dalam Islam menganjurkan juga untuk menikah dengan orang yg mempunyai harta, dari keturunan yang baik-baik, cantik/ganteng, namun agama merupakan kriteria pertama dan utama. Karena ini akan membantu kita dalam mendidik anak keturunan kita ke depan.
Ia berharap, ke depan calon pengantin harus di upgrade tentang pemahaman ilmu agama, tentang hak dan kewajiban dll.
"Terutama dalam hal yang berhubungan dengan tata cara untuk membina rumah tangga dan mendidik anak keturunan secara benar," pungkasnya. [Au]
Share berita ini