Insiden Lampu Stadion Padam, Presiden Persiraja Minta Maaf

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Presiden Persiraja Banda Aceh, Zulfikar Syahabuddin atau akrab dikenal dengan Zulfikar SBY mengatakan peristiwa padam lampu penerang Stadion H. Dimurthala Lampineung tadi malam Senin 5 September jelang Kick Off laga perdana Persiraja Banda Aceh kontra PSMS Medan diluar prediksi Panitia.

"Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh penonton. Kejadian tadi malam diluar prediksi. Peristiwa tadi malam sedang dilakukan pemeriksaan oleh Polda Aceh. Saya sudah sampaikan keterangan kepada Polda, siang nanti pihak Polda turun ke lokasi," kata Zulfikar SBY saat dikonfirmasi Dialeksis.com, Selasa (6/9/2022). 

Presiden Persiraja Banda Aceh, Zulfikar Syahabuddin atau akrab dikenal dengan Zulfikar SBY. [Foto: Dialeksis/ftr]

Kata Zulfikar untuk yang akan datang pihak panitia akan menggratiskan seluruh tiket masuk pertandingan bagi penonton. 

"Kita sedang menunggu jadwal resmi dari PT LIB. Nanti pertandingan Persiraja Banda Aceh melawan PSMS Medan seluruh biaya tiket masuk kita gratiskan," kata pria asal Desa Kambuk Kecamatan Jangka, Bireuen ini.


Zulfikar juga membantah jika ada pihak-pihak yang menyebutkan Panitia tidak siap menggelar pertandingan. Kata Zulfikar sehari sebelumnya pihak panitia sudah melakukan uji coba stadion. 

"Begitu juga lampu penerang stadion sudah kita tes. Saat launching kemarin lampunya hidup. Yang jelas kejadian tadi malam murni diluar prediksi kami," jelas Zulfikar SBY.

Terkait informasi yang beredar tidak dilibatkan penjaga Stadion Bg Burhan. Zulfikar mengatakan itu keliru, karena Bg Burhan yang jaga stadion bukan tidak dipakai karena beliau saat ini sedang kurang sehat.

"Itu ngak benar, beliau Bg Burhan sudah saya tanya beliau sedang kurang sehat," demikian kata Presiden Persiraja. 


Sebelumnya, Ribuan penonton yang memadati Stadion H. Dirmurthala Lampineung Banda Aceh meluapkan kekecewaan dan mengamuk hingga merusak sejumlah fasilitas Stadion, Senin malam (5/9/2022).

Pantauan Dialeksis.com amukan penonton disebabkan karena jelang pertandingan dimulai antara Persiraja Banda Aceh VS PSMS Medan yang merupakan laga perdana kompetisi Liga 2 PSSI secara spontan seluruh lampu penerang yang ada di Stadion H. Dirmurthala Lampineung padam.

Penonton mulai terlihat memanas ketika jarum jam sudah menunjukan pukul 21.30 Wib. Teriakan penonton mengema dari semua tribun penonton. "Pulang peng kamoe, pulang peng kamoe (Kembalikan uang kami, kembalikan uang kami)," teriak penonton sambil menyalakan lampu Handphone.

Suasana tak dapat dikendalikan lagi ketika jam sudah menunjukan pukul 22.30 Wib, terlihat penonton yang sudah mulai memanas menarik sejumlah Banner Iklan lalu membakar Banner Iklan tersebut. [FAJ]

Share berita ini

dialeksis.com