DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Koordinator Kaukus Peduli Kota (KPK), Ikhwan meminta kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) agar segera mencopot Pj Walikota Banda Aceh, Bakri Siddiq karena tak becus kendalikan inflasi di Banda Aceh.
Dia mengatakan, angka inflasi Kota Banda Aceh pada November 2022 kembali mencatat kenaikan sebesar 0,11 persen, dimana kenaikan inflasi Banda Aceh sudah melebihi inflasi nasional yang naik hanya 0,09 persen pada November 2022.
“Mirisnya, kenaikan inflasi di kota Banda Aceh ini terjadi dikala Kabupaten/kota lainnya di Aceh seperti Aceh Barat terjadi deflasi sebesar 0,62 %, dan Kota Lhokseumawe juga mengalami deflasi sebesar 0,36%, bahkan untuk Provinsi Aceh sendiri mengalami deflasi sebesar 0,12%," ungkapnya kepada Dialeksis.com, Sabtu (3/12/2022).
"Ini menunjukkan bahwa pengendalian inflasi Banda Aceh di bawah kepemimpinan Pj Walikota Bakri Siddiq masih sangat buruk, sehingga semakin membuat masyarakat kecil semakin terjepit,” sambungnya.
Lanjutnya, dia menambahkan, setelah kembali mengalami kenaikan saat ini tingkat inflasi tahunan Banda Aceh juga bertengger diatas 5 persen dimana pada bulan Oktober tingkat inflasi tahun kalender di Banda Aceh memang sudah 5,22 persen.
“Padahal dengan tegas Presiden RI secara tegas meminta pemerintah daerah untuk mengendalikan tingkat inflasi agar tetap dibawah 5 persen,” ucapnya.
Lanjutnya, dengan inflasi yang begitu tinggi di Banda Aceh, tentunya pihaknya menagih Mendagri yang sebelumnya menyebutkan bahwa Mendagri tidak main-main dengan persoalan inflasi, bahkan Mendagri akan mencopot Pj Kepala Daerah yang buruk dalam penanganan inflasi.
“Komitmen Mendagri untuk bersikap tegas kepada Pj Kepala Daerah menjadi tolak ukur bagi masyarakat Aceh terkait benar atau tidaknya pemerintah pusat dalam menjalankan komitmennya. Kita minta Presiden bersikap tegas agar menegur Mendagri supaya tidak pandang bulu sama sekali,” tegasnya.
Angka Inflasi di Banda Aceh Turun dari 6,92 menjadi 6,11 Persen
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diperoleh Dialeksis.com, Sabtu (3/12/2022), laju inflasi Year On Year (yoy) di Kota Banda Aceh terus mengalami tren penurunan.
Pada September 2022, tercatat 7,85 persen, kemudian, Oktober turun 6,92 persen dan November turun lagi 6,11 persen.
Hanya saja, secara Bulan ke Bulan (Month to Month) inflasi di Ibukota Provinsi Aceh ini memang fluktuatif dengan kisaran persentase yang sangat kecil.
Agustus 2022, Banda Aceh mengalami Deflasi 0,32 persen, September tercatat sedikit kenaikan inflasi, lalu pada Oktober deflasi lagi 0,49 persen, dan November kembali inflasi 0,11 persen.
Dalam data BPS, inflasi mtm kerap terjadi di sejumlah komoditas di Banda Aceh seperti ikan tongkol, minyak goreng premium, emas, telur, daging ayam mengalami sedikit kenaikan harga.
Hal ini disebabkan faktor cuaca ekstrem hingga bencana alam yang menyebabkan tersendatnya rantai distribusi barang.
Jika dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia, inflasi Banda Aceh terbilang masih relatif aman. Bahkan inflasi yoy menjadi acuan secara umum di Indonesia yang dimana grafiknya terus menurun hingga 6,11 persen dengan IHK sebesar 114,26 persen.
Sementara itu, inflasi tahun tertinggi di Indonesia merujuk data BPS tercatat di tanjung Selor, Kalimantan sebesar 9,20 persen dengan IHK sebesar 113,02 dan terendah di ternate yakni 3,26 persen dengan IHK sebesar 110,96 persen. [ftr/bna]
Share berita ini