IKAL Aceh Gelar "Ngopi Kebangsaan"

DIALEKSIS, Banda Aceh –  Ikatan Keluarga Alumni Lemhanas (IKAL) Aceh melaksanakan diskusi publik “Ngopi Kebangsaan Dalam Rangka Memperkokoh Kesatuan Bangsa” di Saung Tepi Sungai Krueng Aceh, Sabtu (27/1).

Turut diundang dalam diskusi ini Gubernur Aceh, Wakil Gubernur Aceh, Ketua DPRA, Panglima Kodam IM, Kapolda Aceh, Kajati Aceh, Kasdam IM, Wakapolda Aceh, serta pejabat lainnya. Hadir juga pengamat politik dan keamanan Aceh, Aryos Nivada.

Diskusi ini dimoderatori Juru Bicara Pemerintah Aceh dan Dekan FH Universitas Abulyatama (Unaya) Aceh, Wira Atmadinata.

Dalam diskusi tersebut, Kasdam IM, Brigjen Achmad Daniel Chardin mengatakan kegiatan Ngopi Kebangsaan sebagai ajang silaturahmi sekaligus mencari formulasi solusi mengatasi permasalahan kebangsaan yang sedang terjadi.

“Saya berharap peserta diskusi yang hadir memberikan pemikiran konkrit dan solusi mengatasi masalah kebangsaan yang dihadapi Indonesia saat ini,” ujarnya.

Salah seorang alumnus Lemhanas, Dr Otto Syamsuddin Ishak menjelaskan permasalahan kebangsaan ini terjadi karena tidak ada lagi perasaan senasib sebangsa dalam menyingkapi kondisi saat ini.

“ini karena komitmen dan karakter sebagai sebuah bangsa besar sudah mulai luntur.

Kajati Aceh, Dr Chairul Amir, MH menambahkan, fakta terkait permasalahan korupsi menjadi bahaya sangat laten karena menggerogoti hingga ke pejabat negara yang mengelola negara ini.

“Penyebab maraknya korupsi di Indonesia adalah perilaku mendidik di kalangan keluarga yang masih lemah ditambah lagi elit politik pelaksana negara memberikan contoh yang buruk kepada masyarakat Indonesia,” kata Chairul.

Pandangan lain disampaikan Kepala Perwakilan Kemhan Aceh Marsekal Pertama TNI Eris Widodo Y, S.E, M.T (Han) yang mengatakan ketahanan bangsa yang dihadapi saat ini adalah terkait permasalahan dalam hal perang nonmiliter.

“Jika kita sebagai negara besar tidak dapat menangkal hal tersebut, maka dapat berpengaruh terhadap ketahanan negara Indonesia,” tegasnya.

Diskusi ditutup dengan metuah (nasehat) dari Abu Yus dan berakhir ngopi kebangsaan di pukul 10.30.

Diskusi tersebut ditutup dengan nasihat dari mantan Ketua DPRA, Tgk H Muhammad Yus atau biasa disapa Abu Yus. Acara Ngopi Kebangsaan ini berakhir pada pukul 10.30 WIB. []

Share berita ini

dialeksis.com