Hasil Survei e-TRUST: Elektabilitas Partai Demokrat Peringkat Pertama di Aceh

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Hasil survei e-Trust 2022 menyebutkan partai Demokrat berada diperingkat pertama yang disukai anak muda, artinya Demokrat sendiri di Aceh memiliki elektabilitas yang tinggi di Aceh. 

Sedangkan peringkat kedua diduduki oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan posisi ketiga yakni Partai NasDem. 

Survei ini melibatkan 1.200 responden yang ada di 23 Kabupaten/Kota yang ada di seluruh Provinsi Aceh yang ditetapkan secara proporsional. Survei ini dimulai dari tanggal 25 Oktober hingga 25 November 2022.

“Hasil survei menunjukkan bahwa pada poin pertanyaan terbuka tentang partai nasional dan partai lokal yang paling disukai, responden menuliskan bahwa Partai Demokrat menjadi sebagai partai yang disukai di Aceh dengan persentase mencapai 19,47 persen,” kata Direktur Program DISIPADA, Dr Aulina Adamy dalam keterangannya yang diterima Dialeksis.com, Minggu (11/12/2022).


Sedangkan di posisi kedua menyusul PKS dengan persentase yakni 12 persen dan NasDem 10,85 persen di posisi ketiga. Sementara itu, Partai Aceh berada di posisi keempat dengan persentase 6,82 persen dan Golkar 6,33 persen. Namun, masih ada 30,9 persen warga Aceh yang belum menentukan pilihan partainya.

Kemudian, hal yang sama juga dilakukan tetapi dengan memberikan daftar nama parpol yang ikut dalam Pileg pada 2024 mendatang. 

“Hasil survei menunjukkan bahwa Partai Demokrat masih menduduki posisi pertama dengan persentase 30,4 persen, disusul NasDem 18,41 persen, dan posisi ketiga 17,42 persen, dan Golkar 8,87 persen, sementara itu PAN 3,94 persen,” sebutnya.

Data tersebut menunjukkan konsistensi warga terhadap Partai Demokrat hingga penghujung 2022. Oleh karenanya, untuk bisa mempertahankan dukungan tersebut, dibutuhkan kemampuan Demokrat untuk menjaga nilai dan kerja-kerjanya di lapangan terutama pada kalangan milenial sebagai pemilih dominan pada 2024 mendatang. 


Survey ini menggunakan metode sampling yaitu multiple-stage random sampling yang memperhatikan faktor proporsionalitas dengan tingkat kepercayaan 95% dan margin of error ±0,03 dengan metode sampling aksidental yang mengutamakan pemilih pemula, perempuan dan tidak terlibat dalam kepengurusan partai politik. Kuesioner digunakan sebagai alat kuantitatif untuk dianalisis secara deskriptif. [ftr/bna]

Share berita ini

dialeksis.com