FASI Aceh 2022, Banda Aceh Keluar Sebagai Juara Umum

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Festival Anak Shaleh Indonesia (FASI) Provinsi Aceh yang digelar dengan meriah di Asrama Haji Banda akhirnya sudah selesai dan ditutup, Aceh pada Kamis malam (10/11/2022).

Dalam pagelaran event tersebut, Kota Banda Aceh keluar sebagai Juara Umum dengan skor 98, Juara Dua yakni Kota Subulussalam dengan skor 37 dan Juara Tiga diraih Kabupaten Aceh Besar dengan nilai 23. 

Masing-masing cabang mendapat uang pembinaan, untuk juara satu Rp 2 juta, juara dua 1.5 juta, juara tiga Rp 1.25 juta, juara harapan satu Rp 1 juta dan juara harapan dua Rp 800 ribu.

Ketua Badan Komunikasi Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Aceh, Dr Mulia Rahman mengucapkan ribuan terima kasih kepada donatur, panitia, setiap Cabang BKPRMI Kabupaten/Kota di Aceh, dan antusias para orang tua peserta. 

“Alhamdulillah, ini apresiasi kita yang pertama kepada orang tua yang terus membimbing anak-anaknya menjadi genarasi Qurani,” ucapnya kepada Dialeksis.com ketika diwawancara usai penutupan FASI Aceh 2022.

Dia mengharapkan, kepada seluruh orang tua terus mensupport anak-anaknya untuk terus baca Al-Quran, belajar Al-Quran, dan jangan lupa untuk sholat 5 (Lima) waktu di Masjid.


“Kita juga sangat berterima kasih kepada DPD BKPRMI Kab/Kota Aceh yang terus eksis, dan terus berbuat untuk memakmurkan masjid dan melahirkan para generasi-generasi Qur'ani yang luar biasa di setiap kab/Kota di seluruh Aceh,” tuturnya dengan bangga. 

Lanjutnya, apresiasinya kepada Wakil Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Safaruddin yang terus konsisten orangnya. “Beliau juga merupakan generasi yang Qur'ani yang juga lahir dari masjid, beliau aktivis masjid, beliau juga santri TPA. Hari ini beliau hadir memberikan yang terbaik untuk anak-anak Aceh dan ini harus dicontoh bagi para anggota Dewan yang ada di Aceh,” tukasnya.

Dia menjelaskan, FASI Aceh ini merupakan pendidikan berbasis masyarakat artinya anak-anak ini di didik di tengah masyarakat. Selanjutnya, nantinya mereka akan ikut seleksi pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) nantinya. 

“MTQ ini merupakan event dari pemerintah, jadi generasi FASI ini akan ikut seleksi nantinya pada MTQ. Jadi FASI ini merupakan jenjang daripada proses pendidikan dan pembelajaran,” ujarnya.

“Jadi harapannya, setiap peserta yang ikut FASI Aceh ini bisa ikut nantinya pada MTQ dan menampilkan yang terbaik pada MTQ,” tambahnya. 


Lebih lanjut, Dia mengapresiasi kepada Kota Banda Aceh yang sudah lahir sebagai Juara Umum pada FASI Aceh kali ini. “Saya juga terheran-heran juga, apa karena ini dibuat di Banda Aceh terus Banda Aceh keluar sebagai Juara,” ujarnya sambil bergurau.

Namun, maknanya, Ia mengatakan, bahwa Kota Banda Aceh harus menjadi contoh bagi setiap Kabupaten/Kota yang ada di seluruh Aceh terkait dari kualitas pendidikan. 

“FASI Aceh ini menjadi event bagi seluruh Ustadz/Ustadzah yang ada di seluruh Kab/Kota di Aceh dalam mengevaluasi kualitas pendidik, kurikulum. Sehingga dapat menghasilkan karya terbaik nantinya pada event nasional. Jika FASI Nasional dilaksanakan tahun 2023, maka anak-anak ini akan berangkat, tapi jika FASI Nasional 2024, maka nanti akan dilakukan seleksi ulang kembali,” pungkasnya. [ftr/bna]

Share berita ini

dialeksis.com