Dua Nama Calon Dirut BAS Tidak Lolos Kualifiaksi, Ini Respon Askhalani

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Dua nama yang tidak lolos sebagai Calon Direktur Utama (Dirut) Bank Aceh Syariah (BAS) ini menjadi sorotan banyak bihak. Tidak lolosnya kedua nama tersebut juga menjadi perbincangan di setiap sudut warung kopi di kawasan Banda Aceh. Adapun kedua nama tersebut yakni, Fadhil Ilyas dan Muhammad Razi.

Menanggapi itu, Dialeksis.com, pada Jumat (21/10/2022), Koordinator GeRAK Aceh, Askhalani mengatakan tidak lolosnya kedua nama tersebut membuktikan bahwa keduanya tidak layak untuk memimpin Bank Aceh.

Dirinya menjelaskan, apabila dilihat dari pengusulan terhadap dua orang ini artinya ada persoalan pada proses Fit and Propernya. "Dalam hal ini juga juga harus dipertanyakan juga siapa yang melakukan tim fit and proper sampai akhirnya dua aorang tersebut diusulkan," ucapnya kepada Dialeksis.com, Jumat (21/10/2022).

"Ada rentutan-rentutan terkait dengan proses yang dilakukan itu pada sampai kemudian ditolak oleh Otoritas Bank dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bahwa kedua orang ini tidak memiliki kualifikasi yang cukup, artinya yang menjadi persoalan orang yang melakukan fit and proper terhadap kedua orang ini tidak memiliki rekam jejak yang bagus," sebutnya.

"Kalau memang kedua orang ini (Yang diusulkan_Red) memiliki kualifikasi tidak mungkin ditolak," tambahnya.


Oleh karena itu, kata Askhalani, harus dilakukan fit and proper yang baru. Ada hal yang dikhawatirkan, dimana yang cukup kualifikasi adalah orang-orang yang didukung oleh Gubernur Aceh sebelumnya, yakni Nova Iriansyah. 

Ia menjelaskan, Direksi Bank dalam hal ini harus terbebas dari kepentingan politik. Dikarenakan yang diukur adalah orang-orang yang mampu dalam Planning Bisnis

"Apabila mau saling terbuka, ada persoalan di fit and proper lama. Makanya Gubernur Aceh mendukung untuk dilakukan fit and proper baru, harusnya hasilnya dibukakan saja ke pubilk," ujarnya. 

"Toh uang yang ditempatkan di Bank Aceh Syariah uang publik, uangnya pemerintah Aceh. Tidak sama seperti BRI, BNI (Bank Konvensional_Red). Nah ini, Bank Aceh miliknya Aceh, sahamnya milik pemerintah Aceh, jadi harusnya terbuka saja," tegasnya.

Menurutnya, sosok yang bisa ditunjuk sebagai Dirut BAS ini harus memiliki kemampuan Leadership yang baik sehingga dapat mambwa BAS kearah yang lebih baik lagi dan semakin maju.


"Contohnya seperti Haizir Sulaiman pimpinan sebelumnya, kemudian Aminullah. Meraka ini memang memiliki kemampuan Leadership yang baik, sehingga BAS terus berkembang, berarti memiliki rekam jejak yang bagus. Nah, kembali lagi, apakah kedua orang yang diusulkan tersebut memiliki rekam jejak tidak bagus?," tuturnya.

"Jika ditolak, maka ada sebab akibat. Apakah kedua orang tersebut memiliki masalah ketika kedua orang tersebut menjabat apa sebelumnya. Orang yang dipilih menjadi Dirut BAS ini harus memiliki jiwa kepemimpinan yang baik, memiliki rekam jejak yang bagus dan memiliki kualitas yang berstandart BI," tukasnya.

"Jadi apabila ada penolakan, berarti dua orang ini memiliki masalah. Bisa jadi mereka memiliki kepentingan politik. Maka harus ada keterbukaan, karena uang atau saham Bank Aceh itu dari rakyat aceh bukan kepemilikan pribadi," pungkasnya. [ftr/bna]

Share berita ini

dialeksis.com