Dosen Komunikasi Politik UTU: Ormas dan Panwaslih Bersinergi Mewujudkan Pemilu 2024 yang Jujur

DIALEKSIS.COM | Aceh Barat - Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kabupaten Aceh Barat menggelar kegiatan Pengawasan Tahapan Penyelenggaraan Pemilu dengan tema “Peran Masyarakat, Ormas dan Mahasiswa Dalam Pengawasan Penyelenggaraan Tahapan Pemilu Tahun 2024”, Jum’at, 09/12 2022, di Eva Sky Hotel, Meulaboh Aceh Barat.

Kegiatan ini diikuti 40 orang peserta terdiri dari unsur perwakilan masyarakat, ormas dan perwakilan mahasiswa.

Dalam sambutannya, Ketua Panwaslih Aceh Barat, sekaligus Kordiv. SDM, Organisasi, Pendidikan, Pelatihan, Data dan Informas, Marzalita, SE., M. Si, mengatakan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kepemiluan/demokrasi berbasis partisipatif, mendorong peran masyarakat, ormas, kalangan muda kampus di Aceh Barat guna terlibat aktif dalam pelaksanaan penyelenggaraan pemilu 2024”.  

Tampil sebagai pemateri pertama, Fajran Zain, MA. Selaku Koordinator The Aceh Institut/Akademisi UIN Ar-Raniry Banda Aceh yang memaparkan pentingnya peran serta dan keterlibatan aktif masyarakat luas dalam gerakan partisipatif memantau, mencegah dan mengawasi pemilu 2024 mendatang.

Kemudian, pemateri kedua, Yuhdi Fahrimal Hazmi, S.I Kom, M.I. Kom selaku Tokoh Pemuda/Akademisi Universitas Teuku Umar memaparkan pentingnya edukasi literasi digital bagi masyarakat, khusunya generasi muda di Aceh Barat.

[Foto: For Dialeksis]

Fenomena post truth, seperti hoax, hate speech, menjadi salah satu tantangan yang harus dideteksi sejak dini. Pada kedua sesi ini dipandu oleh Romi Yuliansyah, SE selaku Anggota Panwaslih Aceh Barat.

Selanjutnya, tampil pemateri terakhir, Said Fadhlain, S. IP., MA, dipandu moderator Romi Madmola, S.AN Staf Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Panwaslih Aceh Barat mencerahkan kembali tentang Pemilu sebagai hasil kebudayaan manusia, serta bagian integral dari demokrasi.

Dia mengatakan, essensi dari pemilu adalah pelaksanaannya berkala, menjunjung prinsip bebas, jujur, serta adil (free and fair elections)”.


Selanjutnya, Ormas di Aceh Barat memiliki peran strategis, selain sumberdaya yang dimiliki level pusat, hingga bawah, network dan juga struktur yang mapan, kaderisasi hingga kelevel gampong.

“Pengaruh kepemimpinan karismatik yang dimiliki ormas, seperti ulama/tengku dayah yang tersebar di Aceh Barat,” ujarnya.

Kemudian, sebaliknya, justru menjadi kontra produktif, jika para pemimpin ormas terjebak dalam kepentingan politik praktis, jangka pendek, ditunggangi oknum partisan”.

Kini saatnya berkolaborasi dan bersinergi, memantau, mencegah sekaligus mengawasi pemilu 2024, sebagaimana diatur dalam UU No 7 tahun 2017. Ormas, selain menjadi adrenalin, juga multi vitamin tersendiri bagi Panwaslih Aceh Barat.

“Bersama mencerahkan pentingnya menjadi pemilih cerdas, menuju pemilu 2024 bermartabat, jujur, bebas dan adil,” katanya.

Dalam catatan pemateri saat sebagai ketua salah satu ormas, bahwa ormas di Aceh Barat proaktif. Misalnya, penyelenggaraan debat kandidat pilkadasung pertama ditahun 2017 hingga 2012, pemdidikan politik bagi caleg legislative pemilu 2009, serta sebagai pemantau yang tergabung dalam Jaringan Pemantau Pemilu Rakyat (JPPR)”.

Kegiatan ini ditutup sore hari, oleh Anggota Komisioner Panwaslih Aceh Barat (Kordiv. Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa), Romi Yuliansyah, SE, didampingi Anggota Panwaslih (Kordiv. Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas), Bakhtiar, S. Pd. []

Share berita ini

dialeksis.com