Dinilai Gagal Paham Tentang Keuangan Daerah, dr Nasrul Zaman Diminta Tarik Pernyataannya yang Tendensius

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pernyataan dr Nasrul Zaman dalam sebuah Podcast di platform Youtube tentang hutang piutang Pemerintah Kota Banda Aceh, Koordinator Angkatan Muda Gemilang (AMKG) Banda Aceh, Raju Iskandar menyebutkan tudingan tersebut menyesatkan.

Dia mengatakan, ada tujuh daerah di Aceh yang harus terima kenyataan ketika Covid-19 melanda dunia dan banyak daerah yang terhutang disebabkan dana daerah tidak mengalir semana mestinya kala itu. 

“Persoalan itu juga diakui oleh Pemerintah Aceh melalui Kepala Dinas Keuangan Aceh,” katanya dalam keterangannya, Senin (28/11/2022).

Dia juga menyayangkan statemen Nasrul yang merupakan hutang Pemko Banda Aceh disebabkan oleh Bankir Senior. 

“Yang beliau maksud itu siapa? Pemerintah sebelumnya kita ketahui punya pengelolaan keuangan yang baik dan hal itu terbukti dari hasil Opini WTP 14 kali berturut-turut dari pusat, bahkan penghargaan dari kementerian keuangan. Apakah penilaian BPK atau Kementerian Keuangan itu juga tak diakui oleh seorang pengamat kebijakan publik seperti Dr Nasrul Zaman, anehkan,” ujarnya. 

Dia juga mengungkapkan hutang Pemko lebih menuju ke dana pokir lembaga legislatif yang membengkak, dan buka diprioritaskan untuk kesejahteraan rakyat sesuai kebutuhan pada saat pandemi berlangsung.

Kemudian, dia juga menilai Penjabat Wali Kota Banda Aceh saat ini terkesan tak sanggup mendongkrak PAD dan sibuk mencari sensasi pencitraan.


“Kita minta dr Nasrul untuk menarik kata-katanya yang sangat tendensius, dan ini merupakan pembunuhan nama baik seseorang. Sekarang kita melihat Pj Walikota hanyut dalam banyak acara seremoni, tak ada pergerakan serius, dan masih banyak kendala yang belum terselesaikan. Dr Nasrul seolah menutup mata akan hal itu,” katanya.

Disamping itu, ia juga menyinggung posisi dr Nasrul yang diberhentikan sebelumnya pada posisi strategis di Rumah Sakit (RS) Meuraxa milik pemerintah kota itu.

“dr Nasrul diberhentikan di RS Meuraxa ditengah jalan. Ada apa? Apa karena dianggap salah urus atau bagaimana? Apakah hasil evaluasi tim Pemko itu yang mendalangi seorang Dr Nasrul Zaman harus melempar bola kesalahan dan melakukan tudingan tendensius kepada pemerintahan sebelumnya misalkan. Kita juga menyarankan dengan basic kesehatan dia memfokuskan diri saja untuk hal stunting dan polio yang sedang marak di tengah masyarakat. Itu lebih jelas,” pungkasnya. []

Share berita ini

dialeksis.com