Di Jantung Migas Aceh Timur, Jalan Alue Ie Mirah–Kuta Binjei Rusak Parah

DIALEKSIS.COM | Idi Rayeuk - Kerusakan jalan kabupaten yang menghubungkan Alue Ie Mirah hingga Kuta Binjei sepanjang 18 kilometer menjadi keluhan masyarakat di Kecamatan Indra Makmu dan Kuta Binjei, Kabupaten Aceh Timur. 

Jalan yang menjadi akses utama warga tersebut kini dipenuhi lubang, bergelombang, dan rawan kecelakaan.

Pantauan Dialeksis.com pada Sabtu (31/10/2026), menunjukkan kondisi jalan yang memprihatinkan. Sejumlah kendaraan besar terlihat keluar masuk kawasan tersebut.

Pengendara harus mengurangi kecepatan dan ekstra hati-hati saat melintasi badan jalan yang rusak.

Ketika cuaca panas, debu beterbangan sepanjang jalan. Sebaliknya, saat hujan turun, badan jalan berubah menjadi becek dan dipenuhi genangan air. 

Kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan perjalanan, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.

Ironisnya, jalan tersebut berada di kawasan industri migas Blok A, wilayah yang menjadi bagian dari aktivitas produksi energi nasional. 

Namun, di tengah aktivitas industri tersebut, masyarakat masih harus menghadapi persoalan infrastruktur dasar yang belum tertangani secara permanen.

Kerusakan jalan juga berdampak terhadap aktivitas ekonomi dan mobilitas warga. Petani, pelajar, pedagang, hingga pengendara yang mengantarkan barang harus berhadapan dengan perjalanan yang lebih lambat dan berisiko.

Geubrina, salah seorang pengantar paket yang kerap melintasi jalan tersebut untuk mengantarkan barang ke Alue Ie Mirah, mengatakan kondisi jalan sudah tidak layak dilalui.

Menurutnya, kerusakan jalan membuat perjalanan menjadi lebih sulit, menghabiskan waktu, dan menuntut pengendara meningkatkan kewaspadaan.

“Jalan ini sudah tidak layak dilalui. Kondisinya rusak parah dan sangat rawan bahaya. Kami yang setiap hari harus melewati jalan ini untuk mengantarkan paket terpaksa berjalan pelan-pelan. Perjalanan menjadi terhambat dan banyak waktu terbuang,” kata Geubrina kepada Dialeksis.com.

Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk memperbaiki jalan tersebut. Menurutnya, akses jalan yang baik sangat penting bagi masyarakat yang setiap hari bergantung pada jalur itu untuk bekerja dan menjalankan aktivitas ekonomi.

Kerusakan jalan yang terus dibiarkan juga menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor yang harus menghindari lubang dan genangan air.

Keluhan serupa disampaikan Muhammad, salah seorang warga yang ditemui Dialeksis.com. Ia mengatakan jalan Alue Ie Mirah-Kuta Binjei merupakan akses penting bagi masyarakat, tetapi kondisinya sudah lama memprihatinkan dan membutuhkan perbaikan serius.

“Jalan ini merupakan akses utama masyarakat. Sudah lama kondisinya rusak dan belum diperbaiki secara menyeluruh. Kami berharap pemerintah dan para pemangku kebijakan benar-benar turun tangan, melihat langsung kondisi di lapangan, serta mendengar aspirasi masyarakat,” ujar Muhammad.

Ia menilai perbaikan jalan tidak semestinya terus ditunda karena masyarakat membutuhkan akses yang aman untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Bagi warga, jalan tersebut bukan sekadar jalur penghubung antarkawasan. Jalan itu menjadi bagian penting dari pergerakan ekonomi, distribusi barang, akses pendidikan, dan mobilitas masyarakat.

Karena itu, Muhammad berharap pemerintah daerah memberikan perhatian serius terhadap kondisi infrastruktur tersebut dan menghadirkan solusi yang dapat dirasakan langsung oleh warga.

Kondisi jalan Alue Ie Mirah-Kuta Binjei memperlihatkan persoalan yang lebih luas mengenai pemerataan manfaat pembangunan di kawasan industri. Di satu sisi, aktivitas migas memiliki peran strategis dalam mendukung kebutuhan energi. 

Di sisi lain, masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di sekitar kawasan masih menghadapi persoalan infrastruktur dasar.

"kondisi jalan masih menyulitkan pengguna yang melintas. Kami berharap persoalan tersebut tidak berhenti sebagai keluhan tahunan, tetapi segera ditindaklanjuti melalui perbaikan yang terencana dan berkelanjutan," tutupnya. [nh]

Share berita ini

dialeksis.com